Virus Corona Masuk Kalbar

8 Warga Sekadau Reaktif Gejala Corona Hasil Rapid Test, Kadiskes Pastikan Isolasi Ketat

Dari 22 warga yang dilakukan rapid test terdapat delapan orang hasilnya reaktif corona atau Covid-19

Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Syahroni
NET
DAPAT Pengakuan Dunia & Telah Diteliti, Profesor Sebut Daun Tumbuhan Ini Bisa Cegah Virus Corona 

Pasien tersebut juga diketahui usai melakukan perjalanan ke wilayah terjangkit sebelumnya.

Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sekadau menggelar rapat tindak lanjut terhadap hasil Rapid Test, di Kabupaten Sekadau.

Wakil Bupati Sekadau, Aloysius meminta posko pengamanan jalur masuk dan keluar Kabupaten Sekadau harus segera difungsikan.

Yakni titik perbatasan antara Sanggau-Sekadau dan Sekadau-Sintang sesuai dengan petunjuk teknis dan sesuai dengan anggaran yang tersedia, agar orang-orang yang masuk Kabupaten Sekadau dapat didata.

Sementara untuk ODP di Kabupaten Sekadau, Aloysius mengatakan nantinya akan dilakukan rapid test secara bertahap.

"Kita sudah pesan lagi, sesuai instruksi Gubernur Kalbar, semua orang yang dalam status ODP kita patut laksanakan rapid test, termasuk orang-orang yang sudah kontak langsung dengan ODP," kata Aloysius.

Wakil ketua umum gugus tugas itu juga meminta agar masyarakat dapat melaporkan jika ada sanak saudara atau tetangga yang baru tiba dari luar Sekadau, khususnya wilayah terjangkit agar segera diambil tindakan oleh tim gugus tugas.

Sedangkan bagi delapan orang yang saat ini berstatus orang tanpa gejala dan akan diberlakukan isolasi ketat.

Wakil Bupati Sekadau itu meminta agar dalam pelaksanaan isolasi ketat, kebutuhan pokok pasien harus diperhatikan.

Lantaran pasien yang menjalani isolasi ketat tidak diperbolehkan keluar rumah. 

 Bantuan Alat Pelindung Diri

Camat Nanga Mahap, Acung Yulius berterima kasih atas bantuan alat pelindung diri (APD) dari organisasi Pemuda Katolik Kabupaten Sekadau, di Kecamatan Nanga Mahap, Kebupaten Sekadau, Kalbar.

"Yang mana pada saat ini kami ke Kecamatan Nanga Mahap, juga merasa takut akan adanya virus ini dan dengan adanya kegiatan ini membantu mengurangi rasa ketakutan masyarakat," kata Acung Yulius.

Camat Nanga Mahap itu mengatakan pihaknya juga sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang cara-cara mencegah penyebaran virus corona.

Terlebih dengan jumlah penduduk di Kecamatan Nanga Mahap yang mencapai 25.000 jiwa, camat menyebut perlu adanya kewaspadaan dari masyarakat.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved