Stok Gula Kosong, Gubernur Sutarmidji Akan Datangkan Pasokan dan Ancam Penimbun Pangan
Ia memastikan, saat ini harga sembilan bahan pokok (Sembako) memang masih stabil.hanya gula yang mengalami lonjakan harga.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Saat ini harga gula melonjak dari harga eceran tertinggi (HET) biasanya. Bahkan kenaikan mencapai 10 persen atau dua kali lipat diatas Rp22.000 perkilogramnya.
Gubernur Kalbar, Sutarmidji memperingatkan para distributor jangan sampai dengan menimbun sengaja sehingga mengakibatkan kenaikan tersebut.
Ia memastikan, saat ini harga sembilan bahan pokok (Sembako) memang masih stabil.hanya gula yang mengalami lonjakan harga.
Apabila ada diatributor atau pengusaha yang sengaja menimbun maka ia tegaskan Satgas Pangan akan bertindak dan memberikan sanksi tegas.
Kenaikan harga gula menurut Sutarmidji tak terlepas dari stok yang kosong di gudang Bulog Kalbar.
"Kalau harga Sembako lain normal aja, yang naik tinggi gula. Tidak adanya stok di Bulog menjadi pemicu kenaikan," ucap Sutarmidji saat diwawancarai, Senin (6/4/2020).
• Stok Gula Pasir Kalbar Habis, Harga Melonjak di Sanggau & Sambas, Sutarmidji Ancam Sanksi Penimbun
Ia menegaskan berdasarkan informasi dari Bulog Kalbar, stok gula akan datang minggu depan.
Akibat stok gula saat ini tidak banyak di Kalbar hanya pada distributor swasta harga menjadi naik lantaran permintaan yang banyak.
Namun Midji mengingatkan para distributor agar tidak menjual barang diluar batas kewajaran.
Pihaknya bersama Satgas Pangan akan memberikan tindakan tegas pada distributor yang sengaja menimbun dan bermaksud mencari keuntungan yang berlebihan.
"Kita lagi berupaya untuk datangkan gula ke Kalbar dari manapun," tegas Sutarmidji.
Selain itu, Sutarmidji juga berterimakasih pada beberapa perusahaan yang sudah membantu masyarakat sekitarnya guna meringankan bebannya.
Namun menurutnya hingga saat ini dimana dampak corona cukup luas, belum ada kelihatan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Kalbar untuk membantu masyarakat.
"BUMN itu banyak basa-basi dan alasan, seperti harus minta izin ini, izin kesitu. Izin dengan si ini atau dengan si itu, akhirnya angin juga," ucap Sutarmidji meradang melihat BUMN tidak peduli terhadap masyarakat.

Ia menyebutkan tidak mau lagi membantu BUMN, kalau perusahaan plat merah itu tak mau membantu dan tidak peduli dengan masyarakat Kalbar.