Stok Gula Kosong, Gubernur Sutarmidji Akan Datangkan Pasokan dan Ancam Penimbun Pangan

Ia memastikan, saat ini harga sembilan bahan pokok (Sembako) memang masih stabil.hanya gula yang mengalami lonjakan harga.

Penulis: Syahroni | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menyampaikan kata sambutan dan arahannya dalam acara Panen Rejeki Bank Kalbar periode tahun 2019 di hotel Aston Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (9/3/2020) malam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Saat ini harga gula melonjak dari harga eceran tertinggi (HET) biasanya. Bahkan kenaikan mencapai 10 persen atau dua kali lipat diatas Rp22.000 perkilogramnya.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji memperingatkan para distributor jangan sampai dengan menimbun sengaja sehingga mengakibatkan kenaikan tersebut.

Ia memastikan, saat ini harga sembilan bahan pokok (Sembako) memang masih stabil.hanya gula yang mengalami lonjakan harga.

Apabila ada diatributor atau pengusaha yang sengaja menimbun maka ia tegaskan Satgas Pangan akan bertindak dan memberikan sanksi tegas. 

Kenaikan harga gula menurut Sutarmidji tak terlepas dari stok yang kosong di gudang Bulog Kalbar.

"Kalau harga Sembako lain normal aja, yang naik tinggi gula.  Tidak adanya stok di Bulog menjadi pemicu kenaikan," ucap Sutarmidji saat diwawancarai, Senin (6/4/2020).

Stok Gula Pasir Kalbar Habis, Harga Melonjak di Sanggau & Sambas, Sutarmidji Ancam Sanksi Penimbun

Ia menegaskan berdasarkan informasi dari Bulog Kalbar, stok gula akan datang  minggu depan.

Akibat stok gula saat ini tidak banyak  di Kalbar hanya pada distributor swasta harga menjadi naik lantaran permintaan yang banyak.

Namun Midji mengingatkan para distributor agar tidak menjual barang diluar batas kewajaran.

Pihaknya bersama Satgas Pangan akan memberikan tindakan tegas pada distributor yang sengaja menimbun dan bermaksud mencari keuntungan yang berlebihan.

"Kita lagi berupaya untuk datangkan gula ke Kalbar dari manapun," tegas Sutarmidji.

Selain itu, Sutarmidji juga berterimakasih pada  beberapa perusahaan yang sudah membantu masyarakat sekitarnya guna meringankan bebannya.

Namun menurutnya hingga saat ini dimana dampak corona cukup luas,  belum ada kelihatan dari  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ada di Kalbar untuk membantu masyarakat.

"BUMN itu banyak basa-basi dan alasan, seperti harus minta izin ini, izin kesitu. Izin dengan si ini atau dengan si itu, akhirnya angin juga," ucap Sutarmidji meradang melihat BUMN tidak peduli terhadap masyarakat.

Pemilik toko sembako di Pasar Mawar Sentral Pontianak, Kalbar, Senin (6/4/2020). Valentinus saat mencurah Gula.
Pemilik toko sembako di Pasar Mawar Sentral Pontianak, Kalbar, Senin (6/4/2020). Valentinus saat mencurah Gula. 

Ia menyebutkan tidak mau lagi membantu BUMN, kalau  perusahaan plat merah itu  tak mau membantu dan tidak peduli dengan masyarakat Kalbar.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved