Virus Corona Masuk Kalbar

Kadiskes Kalbar Jelaskan Standar APD dan Masker untuk Penanggulangan Covid-19

Ia menjelaskan bahwa APD Medis terdiri atas beberapa bagian, yaitu Coverall, Google, Sarung tangan bedah, Shoe cover; dan Face shield, serta Masker.

TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Petugas memperagakan pemakaian alat pelindung diri yang akan dipakai tim medis untuk menangani pasien virus corona, di ruang flu burung/babi, RSUD Dr.Soedarso, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (27/1/2020). 

Sedangkan Face shield terbuat dari plastic atau acrylic bening.

Face shield haruslah tahan gores dan juga tahan terhadap kabut dan cairan.

Selain itu, face shield harus dapat menutup mata dan area sekitarnya.

Ketika dipasang, dapat menyesuaikan ukuran kepala. Penggunaan face shield dapat digunakan bersamaan dengan google dan kaca mata koreksi.

Face shield ini dapat digunakan berulang kali atau disposable.

Selain APD Medis juga ada beberapa jenis masker yang digunakan oleh para yenaga medis saat penggunaan APD untuk penanganan covid-19.

Masker terbuat dari non woven, spunbond-meltblown-spunbond (SMS), dan spunbond-meltblown- meltblown-spunbond (SMMS).

Terdapat 2 (dua) jenis masker dalam penggunaan APD, yaitu N95 respirator dan masker bedah.

Kedua masker tersebut memiliki spesifikasi yang berbeda.

Pertama yakni masker N95 respirator yang biasanya digunakan untuk satu kali penggunaan (single use), penempatan di wajah secara rapat (tight-fit), tahan terhadap cairan sesuai standar internasional, mampu memfiltrasiasap, bakteri, jamur dan virus sesuai standar internasional.

N95 terbuat dari 4-5 lapisan (lapisam luar polypropylene, lapisan tengah electret (charged polypropylene)) dan didesain untuk memberikan perlindungan dan meminimalkan kontaminasi aerosol yang dihasilkan dari membrane mukosa hidung dan mulut.

Lalu digunakan oleh tenaga kesehatan yang kontak langsung dengan pasien di ruang isolasi.

Masker bedah biasanya untuk satu kali penggunaan (single use), penempatan di wajah secara longgar (loose-fit), tahan terhadap cairan, mempunyai bacterial filtration efficiency 98% sesuai standar internasional.

Masker bedah digunakan oleh tenaga kesehatan yang tidak secara langsung kontak dengan pasien di ruang isolasi dan dapat digunakan juga oleh masyarakat untuk perlindungan dan meminimalisir terkontaminasi COVID-19. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved