Pasang Bilik Disinfektan di Rasau Jaya, Ahmad: Bahan Cairan Menggunakan Cuka Kayu Grade 2

Masyarakat jangan khawatir, bahan cairan yang dipakai bukan kimia. Tapi hasil alam, yakni asap cair putih hasil produksi teman-teman Manggala Agni

TRIBUN PONTIANAK/ ISTIMEWA
Koordinator Pembuatan Cuka Kayu Manggala Agni, Ahmad Sarimin, menyerahkan asap cair atau cuka kayu grade 2 untuk Bilik Disinfektan di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, pada Selasa (31/3/2020) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Koalisi Orang Tadak Gak memasang dua bilik disinfektan dengan cairan disinfektan berbahan organik, yang di tempatkan kawasan Pelabuhan Rasau Jaya dan Simpang 3 Pasar Rasau Jaya, Kecamatan Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Selasa (31/3/2020).

Koordinator Pembuatan Cuka Kayu Manggala Agni, Ahmad Sarimin, menjelaskan, cairan disinfektan yang digunakan dalam bilik ini berbahan organik, yakni asap cair atau cuka kayu grade 2 hasil produksi Manggala Agni Daops Pontianak yang bermarkas Rasau Jaya.

"Masyarakat jangan khawatir, bahan cairan yang dipakai bukan kimia. Tapi hasil alam, yakni asap cair putih hasil produksi teman-teman Manggala Agni," kata Ahmad.

Cegah Corona, Penyemprotan dengan Cairan Disinfektan Serentak di Wilayah Kubu Raya

Lanjut ia mengatakan, asap cair ini memang banyak kegunaannya. Jika asap cair yang hitam atau grade 3, dapat digunakan untuk pertanian bisa menjadi zat perangsang tumbuh (zpt) nutrisi tanaman, menambah menyuburkan tanaman, perangsang buah, insektisida pengusir hama tanaman, pencegah virus pada tanaman.

Dan untuk peternakan, asap cair grade 3 ini bisa menjadi penghilang bau kotoran kandang, kuman, bakteri serta menambah bobot daging dan telur.

Kemudian, cuka kayu putih atau asap cair grade 2 ini disampaikan Ahmad, bisa diandalkan untuk kesehatan.

"Bisa untuk disinfektan, obat gatal, kadas, kurap. Bisa juga untuk mengilangkan bau badan yang tidak sedap, sebagai detoksin penyerap racun dalam tubuh setra pengawet makanan pengganti formalin. Juga sebagai bahan dasar hand sanitizer," jelas Ahmad Sarimin.

Cegah Covid-19, Polri dan TNI Dibantu Stakeholder Terkait Lakukan Penyemprotan Massal di Bengkayang

Cairan cuka kayu ini pun diterangkan dirinya tidak akan membahayakan jika terhirup.

Karena, kata Ahmad, cairan cuka kayu grade 1 yang sudah melalui proses penyulingan ini bisa diminum. "Bisa juga untuk mengobati sakit maag. Jadi, kalau untuk disinfektan, tidak diragukan lagi," tutupnya.

Melansir dari laman www.forestdigest.com bahwa disebutkan Badan Penelitian, Pengembangan, dan Inovasi (BLI) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berhasil memproduksi disinfektan yang bisa dibuat sendiri memakai bahan dasar cuka kayu dan bambu.

Cuka kayu adalah cairan organik alami yang dihasilkan dari kondensasi asap pembakaran. Warnanya kuning-coklat tua dengan bau menyengat karena mengandung pelbagai komponen kimia.

Dari uji coba yang dilakukan BLI, dengan penelitian sejak 2010, cuka kayu dan bambu punya daya bunuh terhadap virus, bakteri, dan kuman 70 kali lipat dibanding alkohol.

“Rasionya 1% cuka kayu lebih efektif dibanding etanol 70%,” kata Ratih Damayanti, peneliti di BLI yang menguji keampuhan cuka kayu ini, 21 Maret 2020.

KLHK pun merilis temuan ini setelah mengujicobanya di kantor BLI di Gunung Batu Bogor, Jawa Barat. Semua ruangan disemprot cuka bambu dan kayu untuk membunuh virus dan kuman yang bersarang di ruang-ruang kantor.

“Layak untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona Covid-19,” demikian pers rilis KLHK, 21 Maret 2020.

Sementara itu, Edi Juliadi perwakilan pemuda Desa Rasau Jaya Satu mengajak para pemuda lainnya bersama-sama bergerak membuat aksi sosial berupa pencegahan dini dan memberi bantuan kepada masyarakat terdampak virus corona ini.

"Mari kita bersama-sama berbuat. Melakukan aksi sosial untuk masyarakat," ajak pria yang akrab disapa Awank ini.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved