Gerakan Satu Bangsa Imbau Relawan Mandiri Covid-19 Patuhi Protokol Kesehatan

Per 29 Maret 2020 update Pkl 13.00 WIB, terdapat 1285 kasus dimana yang dirawat 1107 orang, yang meninggal 114 orang

IST
Inisiator Gerakan Satu Bangsa Stefanus Gusma. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Penyebaran Virus Corona/Covid-19 makin hari kian meluas.

Dari data perkembangan Covid-19 di Indonesia yang dilansir dari www.covid19.go.id terkonfirmasi bahwa yang terkena paparan Covid-19 semakin bertambah.

Per 29 Maret 2020 update Pkl 13.00 WIB, terdapat 1285 kasus dimana yang dirawat 1107 orang, yang meninggal 114 orang dan yang sembuh 64 orang.

Pemerintah sedang bekerja ekstra untuk melawan pandemi virus Corona ini dalam berbagai upaya yang dituangkan dalam kebijakan – kebijakan yang terintegrasi dengan daerah baik dengan provinsi maupun kabupaten/kota.

Tidak semata pada masalah isu kesehatan saja akan tetapi juga berdampak besar pada ekonomi masyarakat.

Per 28 Maret 2020 pkl 17.00 WIB, BNPB telah merekrut 5816 relawan percepatan penanganan Covid-19 dari berbagai daerah baik relawan medis dan non-medis. Relawan medis sejumlah 1808 orang sedangkan relawan non-medis 4808 orang.

Gejala Baru Virus Corona Covid-19 Diungkap Dokter Erlina Burhan, Banyak Dialami oleh Kaum Muda

Selain itu banyak juga organisasi massa atau perkumpulan yang membuka posko relawan dan posko darurat secara mandiri, sukarela dan swadana untuk membantu pemerintah merespon pandemi ini.

Inisiator Gerakan Satu Bangsa Stefanus Gusma memberikan apresiasi atas keterpanggilan para relawan dalam misi besar kemanusiaan ini.

Namun ada hal yang tentunya penting dan urgent untuk juga dipahami ada resiko besar yang harus ditanggung yaitu keselamatan dan kesehatan para relawan itu sendiri.

“Idealnya pengorganisiran relawan ditopang dengan protokol kesehatan dan protokol kebencanaan yg memadai sehingga jangan sampai menambah korban yang baru," kata Gusma, Senin (30/3/2020).

Terkait dengan hal tersebut, Gusma mengusulkan untuk menata kembali program kemanusiaan terutama bagi para relawan yang tergabung di pokso-posko mandiri yang sudah merelakan diri untuk siap bekerja membantu Pemerintah melawan penyebaran Covid-19 ini.

“Saya berharap supaya konsolidasi APD (Alat Pelindung Diri), Masker, Hand Sanitizer dan yang lainnya untuk tidak lagi dibagikan di jalan akan tetapi langsung diarahkan ke Rumah Sakit, Faskes lainnya, Wisma Atlet atau bisa berkoordinasi dengan BNPB dan BPBD pada wilayah masing – masing. Riskan dan sudah ada timbul korban maka segera untuk diwaspadai” ujar Gusma. Kalopun ingin membantu warga langsung, hindari mengumpulkan warga!

Gusma meminta program karitatif penyemprotan desinfektan juga harus menggunakan APD dan melaksanakan protokol kesehatan yang telah disosialisasikan oleh pemerintah.

Kemudian juga racikan sndiri Hand Sanitizer atau pun Desinfektan sudah dirasa sangat baik akan tetapi hasilnya jauh lebih baik jika dipakai sendiri atau dapat didistribusikan ke Rumah Sakit, Faskes, BNPB atau BPBD setempat, krn tim medis sangat membutuhkan.

“Mungkin ada yang tidak setuju, tapi situasinya memang yg kita lawan adalah sesuatu yg tidak terlihat. _Physical Distancing_ masih menjadi yang terbaik, sembari menunggu tindak lanjut pemerintah” ujar Gusma. (*/doi)

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved