Virus Corona Masuk Kalbar
Dinkes Kalbar Tegaskan Rapid Test Diprioritaskan untuk PDP dan Tenaga Kesehatan Pasien Covid-19
Ia mengatakan untuk Pasien Dalam Pengawasan pasti akan dilakukan tes untuk diambil sampel spesimen nasofaringnya untuk dikirim ke Balitbangkes.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan saat ini untuk rapid test yang ada dengan jumlah terbatas diutamakan untuk PDP Covid-19 dan tenaga kesehatan yang menangani pasien terkonfirmasi covid-19 dan PDP secara langsung.
Ia mengatakan untuk Pasien Dalam Pengawasan pasti akan dilakukan tes untuk diambil sampel spesimen nasofaringnya untuk dikirim ke Balitbangkes.
“Namun sekarang kita tidak lagi mengirim ke Balitbangkes, tapi ke Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Penanggulangan Penyakit di Jakarta," ujarnya, Jumat (27/3/2020).
Sedangkan untuk ODP biasanya dilakukan anamnesis atau wawancara tentang kesehatannya dan diperiksa tekanan darah dan suhu tubuh lalu dipantau kesehatannya setiap hari.
• RAHASIA China Sukses Redam Virus Corona, Efektif Pada 90% Kasus | Jangan Sepelekan Obat Tradisional
“Standar untuk ODP bisa dipantau melalui handpone oleh petugas Puskesmas atau dinas Kesehatan Kabupaten Kota,” ucapnya.
Sejauh ini ia mengaku hambatan pada pemeriksaan yakni pada pasien PDP karena hasil labnya yang lama keluar.
“Jadi karena memang di Jakarta menumpuk pemeriksaannya dari tiap rumah sakit. Maka biasanya mendapatkan hasil laboratorium itu berkisar tujuh hari sampai sembilan hari,” ujarnya.
Lalu untuk Rapid Test dilakukan oleh tiap Dinkes Kabupaten Kota yang memang jumlah rapid test nya saat ini sangat sedikit .
Jadi rapid test hanya digunakan untuk mengetes PDP yang belum mendapatkan hasil dari Jakarta.
Kemudian untuk petugas kesehatan yang langsung menangani pasien yang terkonfirmasi Covid-19 atau PDP.
“Sedangkan ODP adalah orang yang dipantau kalau dia jadi PDP baru wajib diperiksa laboratoriumnya baik dari rapid tes maupun pemeriksaan real time PCR. Selama ODP tidak perlu diperiksa dengan laboratorium dan cukup dipantau,” jelasnya
Ia menambahkan sistem pemeriksaan sekarang sudah dibagi - bagi.
Jadi untuk Kalbar sendiri sudah dipindahkan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Penanggulangan Penyakit di Jakarta .
“Jadi pasti beban pemeriksaan lebih rendah dari pada di Balitbangkes jadi pemeriksaannya bisa dilakukan cepat ,” ucapnya.
Saat ini diakui memang masih memerlukan Rapid Test yang banyak karena memang jumlahnya saat ini terbatas dan hanya untuk pasien PDP dan petugas kesehatan yang langsung menangani pasien terkonfirmasi Covid-19 dan PDP.