DAMPAK Covid-19 Lebih Buruk dari Perang Dunia II, Terjadi di Vertova Italia

Desa yang terletak 70 kilometer di timur laut Milan ini biasanya mencatatkan sekitar 60 kematian dalam setahun, dari populasi 4.600 penduduknya.

Tayang:
Editor: Rizky Zulham
ANTARA FOTO/REUTERS/REMO CASILLI
Seorang wanita berjalan dengan kereta bayi di sepanjang Via dei Fori Imperiali yang kosong, saat Italia melakukan tindakan tegas untuk mencegah penyebaran virus COVID-19, di Roma, Italia, Senin (23/3/2020). 

Siapa pun yang melangkah keluar juga harus memakai masker, bahkan jika itu bukan masker baru.

"Sayangnya, tidak ada masker tersisa di desa. Tidak ada lagi disinfektan," kata Augusta Magni, penduduk Vertova berusia 63 tahun.

"Aku harus membuat maskerku sendiri dengan selembar kain dan mesin jahit."

Penduduk lokal lainnya mengatakan hampir semua orang di desa itu memiliki kerabat atau kenalan yang terkena virus corona.

"Masing-masing dari kami memiliki kerabat, teman, dan orang yang dicintai yang telah terinfeksi," ucap Claudio Bertocchi, seorang agen penjual.

Tapi, tidak semua terlihat muram di Vertova. Anak-anak menggambar pelangi dan menuliskan "Semua akan baik-baik saja", yang digantung di beberapa jendela.

Bendera Italia juga diikat ke pagar balkon.

Dewan Riset Nasional yang dikelola pemerintah melaporkan 57 dari 107 provinsi di Italia telah mencapai puncak dari penyebaran virus corona. Meski begitu, Wali Kota Vertova mengatakan kasus kematian masih bertambah di daerahnya.

"36 kematian antara 1 Maret sampai hari ini (25/3/2020). Hanya dengan itu kamu mengerti seberapa besar dampaknya di sini," pungkas Orlando Gualdi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Di Vertova, Italia, Dampak Covid-19 Lebih Buruk dari Perang Dunia II"

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved