Corona Masuk Indonesia

Mengenal Hantavirus yang Tewaskan Warga di China, Kenali Karakter, Gejala hingga Proses Penularan

Pria itu meninggal dunia pada Senin (23/3/2020) ketika melakukan perjalanan ke Provinsi Shandong di timur....

Editor: Dhita Mutiasari
AFP/ GREG BAKER
Seorang pria berjalan dengan masker ketika mobil-mobil memadati Second Ring Road di Beijing di tengah wabah Corona-19, 24 Maret 2020 lalu. Mengenal Hantavirus yang Tewaskan Warga di China, Kenali Karakter, Gejala hingga Proses Penularan 

Mengenal Hantavirus yang Tewaskan Warga di China, Kenali Karakter, Gejala hingga Proses Penularan

Hantavirus mendadak kembali jadi perbincangan padahal dunia  saat ini masih belum selesai memerangi Coronavirus atau Virus Corona atau Covid-19.

Korban hantavirus di China adalah warga Provinsi Yunnan, China.

Yunnan adalah provinsi yang terletak di selatan China atau di selatan kota Wuhan, tempat pertama kali muncul Virus Corona.

Pria itu meninggal dunia pada Senin (23/3/2020) ketika melakukan perjalanan ke Provinsi Shandong di timur, demikian dilaporkan surat kabar Global Times yang dikelola pemerintah setempat.

Selanjutnya 32 orang di dalam bus yang sebelumnya dinaiki pria tersebut ikut diperiksa.

Hanta virus disebut-sebut jarang ditularkan dari manusia ke manusia.

Dalam berita tidak disebutkan hasil tes pasien tersebut.

Individu tidak disebutkan dalam laporan, dan penyebab kematiannya juga tidak disebutkan.

Virus Corona Belum Reda Kini Muncul Lagi Hantavirus, Hati-hati dengan Hewan Pengerat Ini

Apa itu Hantavirus?

Dalam laporan penelitian berjudul Infeksi Hantavirus: Penyakit Zoonosis yang Perlu Diantisipasi Keberadaannya di Indonesia yang diunggah di situs Kementerian Kesehatan disebutkan, infeksi Hantavirus merupakan salah satu zoonosis yang ditularkan oleh hewan rodensia (hewan pengerat) ke manusia.

Infeksi ini mengakibatkan gangguan bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang.

Gangguan kesehatan pada manusia dapat berupa kelainan ginjal dan paru-paru, dimulai dengan demam, bintik perdarahan pada muka, sakit kepala, kemudian hipotensi, oliguria (sedikit buang air kecil), lalu diuretik (sering buang air kecil).

Angka kematian dapat mencapai 12 persen.

Penyakit ini diketahui setelah ditemukannya kasus infeksi Hantavirus pada lebih dari 3.000 tentara Amerika di Korea pada tahun 1951-1954 dan kemudian menyebar ke Amerika, yang menyebabkan banyak kematian akibat gagal jantung.

Sejak saat itu infeksi Hantavirus menarik perhatian dunia. Hantavirus pertama kali diisolasi pada tahun 1976, yang kemudian dapat diidentifikasi beberapa strain/galur/serotype Hantavirus lainnya.

"Sebanyak 22 Hantavirus bersifat patogen bagi manusia, serta terdiri dari dua tipe penyakit, yaitu tipe Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) dan tipe Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS)," tulis laporan yang disusun oleh Indrawati Sendow, NLPI Dharmayanti, M Saepullah dan RMA Adjid.

Virus dan karakter genetik

Infeksi Hantavirus disebabkan oleh virus Hanta genus Hantavirus, famili Bunyaviridae.

Virus ini memiliki single stranded RNA, yang mempunyai tiga segmen berbentuk sferikal dengan diameter 80-120 nm dan panjang mencapai 170 nm.

Hantavirus beramplop sehingga tidak tahan terhadap pelarut lemak, seperti deterjen, perlarut organik dan hipoklorit, dapat juga diinaktifasi dengan pemanasan dan sinar ultra violet.

Proses penularan

Penularan Hantavirus ke manusia dapat terjadi baik melalui kontak dengan hewan reservoir rodensia yang terinfeksi atau kontak dengan ekskresinya seperti saliva, urin atau feses.

Penularan pada manusia juga dapat terjadi melalui aerosol dari debu atau benda-benda yang telah terkontaminasi oleh urin dan feses rodensia yang mengandung Hantavirus.

Penularan dari manusia ke manusia juga belum pernah dilaporkan. Periode viremia Hantavirus pada manusia sangat singkat sehingga sulit untuk dideteksi keberadaannya dalam darah.

Gejala klinis

Infeksi Hanta menyebabkan Haemorrhagic Fever and Renal Syndrome (HFRS) dan Haemorrhagic Pulmonary Syndrome (HPS) pada manusia.

Masa inkubasi penyakit Hanta berkisar antara 2-8 minggu.

Situasi infeksi Hantavirus di dunia

Penyebaran infeksi Hantavirus dengan gejala klinis pada manusia ini ditemukan banyak di China dan Korea.

China merupakan negara terendemis untuk penyakit Hanta, hal ini terlihat dari laporan yang menyatakan bahwa 70-90 persen kasus infeksi Hanta di dunia terjadi di China, sementara urutan kedua terdapat di Korea hingga tahun 1996.

Pemberian vaksinasi telah dimulai tahun 1991 di Korea, yang berdampak sangat signifikan dengan penurunan kasus yang sangat drastis di tahun 1998 .

Pengendalian penyakit

Vaksinasi dinilai masih efektif untuk pencegahan infeksi Hantavirus, sehingga telah dikembangkan vaksin multi valent rekombinan yang terdiri dari beberapa strain/serotipe Hantavirus yang dapat mencegah infeksi Hantavirus.

Vaksin Hanta yang berasal dari jaringan ginjal garbil dan hamster telah banyak diproduksi.

Di China dan Korea, pemberian vaksinasi Hantavirus dapat menurunkan kasus infeksi pada manusia secara drastis.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hantavirus: Dari Karakter, Gejala, Proses Penularan hingga Vaksinasi", https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/25/062500465/hantavirus-dari-karakter-gejala-proses-penularan-hingga-vaksinasi?page=all#page4.
Penulis : Rizal Setyo Nugroho

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved