Lockdown Hubei Dicabut Meski Terdapat 47 Kasus Baru Corona, Pemerintah Malaysia Perpanjang  

Sejauh ini, selain Italia, tidak ada negara lain, yang menerapkan lockdown serupa. Banyak orang dikurung di rumah mereka selama lebih dari 60 hari

Boldsky
Bisakah Virus Corona Menyebar Melalui Udara? WHO Beri Penjelasan 

WUHAN - Pemerintah China resmi mengakhiri lockdown di Provinsi Hubei pada Rabu (25/3) kemarin.

Keputusan mengakhiri lockdown di Hubei itu diambil setelah tak ada lagi ditemukan kasus penularan lokal virus corona atau COVID-19 di wilayah tersebut.

Meski terdapat 47 kasus baru, namun seluruhnya berasal dari luar negeri.

Sejak Februari lalu jumlah penderita baru corona di China memang menurun drastis. Penurunan itulah yang menjadi alasan utama China menghapus lockdown di Hubei.

Lockdown di Hubei sendiri diberlakukan sejak Januari 2020. Dengan berakhirnya lockdown, warga Hubei kini boleh pergi ke mana pun asalkan berada dalam kondisi sehat.

Stasiun kereta dan bandar udara yang sebelumnya ditutup juga sudah dibuka.

Warga Hubei juga diizinkan kembali bekerja. Meski pada saat yang sama sekolah masih diliburkan.

Seorang Guru Besar Ilmu Hukum dari Universitas Wuhan, Qin Qianhong menyatakan, pembukaan lockdown di Hubei penting segera dilakukan.

Sebab, warga di kawasan itu sudah terlalu lama berada dalam kota yang terkunci.

Terpuruk Selama 3 Bulan, China Berhasil Temukan Titik Terang Terkait Virus Corona

"Sejauh ini, selain Italia, tidak ada negara lain, yang menerapkan lockdown serupa. Banyak orang dikurung di rumah mereka selama lebih dari 60 hari dan hal itu bisa memicu masalah kesehatan mental yang serius," kata Qin seperti dilansir South China Morning Post (SCMP).

Selain itu, kata Qin, karantina massal di Wuhan dan daerah lain di Hubei telah mencapai titik kritis karena banyak warga kesulitan memenuhi kebutuhan hidup mereka selama tidak bekerja.

Namun, Qin juga mengingatkan adanya risiko penyebaran infeksi baru ketika lockdown kota Wuhan dan daerah lainnya di Hubei dibuka mengingat pergerakan orang akan kembali meningkat cepat.

Apalagi, pada hari Selasa (24/3), ada laporan satu kasus baru yang dialami oleh seorang dokter di Rumah Sakit Renmin, Wuhan.

Laporan itu memicu kekhawatiran soal kemungkinan ada kasus-kasus lain di rumah sakit itu yang selama ini luput tidak terdeteksi.

Meski status lockdown sudah dicabut, namun belum semua kota di Hubei telah mengakhiri lockdown.

Kota Wuhan, yang menjadi titik nol penyebaran virus corona, baru akan beraktivitas normal pada 8 April 2020 mendatang.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved