Corona Masuk Indonesia
Baru 2 Hari Buka, Pasien di 'Rumah Sakit Corona' Wisma Atlet Melonjak 102 Orang | Erick Thohir Risau
Adapaun di Indonesia sendiri, dikutip dari sumber yang sama, hingga Selasa (24/03/2020), sudah ada sekitar 579 orang yang positif Corona.
Erick menjelaskan, alih fungsi Wisma Atlet Kemayoran untuk penanganan pasien virus corona merupakan langkah alternatif yang diambil pemerintah.
• Gubernur Sutarmidji Serukan Tunda Pesta, Jumlah ODP Virus Corona Covid-19 di Kalbar Terus Bertambah
Sebab, saat ini jumlah pasien corona terus bertambah.
“Keberadaan Wisma Atlet sendiri kan ini bukan berarti gaya-gayaan, tetapi ini salah satu terobosan yang dilakukan oleh bapak presiden (Jokowi) untuk memastikan ketika ada kesulitan di lapangan, di mana banyak rumah sakit yang sudah penuh, maka ada alternatif lain,” ucap dia.
Sebelumnya, juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto menjelaskan keberadaan rumah sakit darurat Covid-19 ini bertujuan menambah fasilitas ruang isolasi bagi para pasien yang membutuhkan perawatan di rumah sakit (RS).
“Oleh karena itu sudah barang tentu kita hanya akan merawat kasus-kasus positif yang hanya dibuktikan dengan pemeriksaan molekuler (PCR)," paparnya.
Dia pun menegaskan, pasien yang akan ditangani di sana adalah pasien yang tidak bisa melakukan isolasi mandiri di rumah dengan berbagai pertimbangan medis.
"Pasien yang perlu kita masukkan ke RS dengan catatan memang tak mungkin melaksanakan isolasi di rumah dengan berbagai pertimbangan aspek medis. Di sinilah kemudian terapi akan kita berikan dengan obat," tambah Yuri.
Wisma Atlet Dibagi Tiga Zona
Staf Khusus Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Arya Sinulingga mengatakan, Wisma Atlet Kemayoran yang saat ini dialihfungsikan sementara menjadi Rumah Sakit (RS) Darurat untuk penanganan Covid-19 akan dibagi menjadi tiga zona.
Yaitu zona hijau, zona kuning, dan zona merah.
"Zona hijau adalah zona yang memang boleh dimasuki publik, seperti wartawan boleh masuk ke zona ini," ujar Arya dalam telekonferensi online, Selasa (24/3/2020) sebagaimana dikutip dari Kontan.co.id.
Kemudian, zona kuning disiapkan untuk menampung tenaga medis dan nonmedis agar bisa tinggal di sana.
Nantinya, tenaga nonmedis ini akan membantu untuk menyediakan dan mengganti berbagai kebutuhan rumah sakit, seperti kasur, selimut dan lain-lain.
• BREAKING NEWS - Pasien Positif Virus Corona di Kalbar Bertambah, Ini Pernyataan Gubernur Sutarmidji
Adapun yang akan menangani kebutuhan nonmedis di Wisma Atlet ini adalah PT Hotel Indonesia Natour (HIN) milik BUMN.
Terakhir, zona merah yang dikhususkan bagi para pasien terinfeksi Covid-19. Arya menjelaskan, nantinya yang boleh memasuki zona merah ini hanyalah petugas yang menggunakan alat pelindung diri (APD).