Virus Corona Masuk Kalbar
Pulang dari Malaysia, Satu Warga Perbatasan Sintang Dikarantina Mandiri
Warga tersebut melaporkan diri ke Puskemas setempat dan sudah masuk kategori Orang dalam Pemantauan (ODP).
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Maudy Asri Gita Utami
“Ada banyak jalan tikus. Ndak semua ada Pos Pamtas,” ungkapnya kepada Tribun Pontianak.
Sepengetahuan Tinson, dua bulan terakhir masih banyak warga yang melintas batas negara.
Tidak hanya melalui jalur tradisional, ada pula yang lewat PLBN Entikong.
“Jalan kaki, dari pos satu jam sampai Malaysia. Pasar Kuari Lacau ibaratnya pangkalan pasar Indonesia."
"Khusus penampung untuk masyarakat perbatasan. Ndak pakai paspor, Cuma kita wajib lapor,” ungkap Tinson.
Saat musim buah, banyak warga yang membawanya ke pasar Kuari Lacau.
Sebagian lagi ada yang menjualnya ke Balai Karangan, Kabupaten Sanggau.
Sejumlah warga desa yang berbatasan langsung dengan Malaysia di Kecamatan Ketungau Hulu kata Tinson sudah mendapatkan imbauan agar warga dilarang masuk ke Malaysia untuk mengantisipasi wabah corona.
“Warga saya sudah diimbau untuk jangan dulu ke Malaysia. Kalau dua bulan lalu masih ada yang masuk. Sekarang sudah tidak ada lagi, harus hati-hati antisipasi corona. Saya larang masuk,” jelas Tinson. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/jembatan-darurat-inilah-yang-digunakan-warga-di-perbatasan-eqw.jpg)