Ustadz Abdul Somad
Dampak Virus Corona, UAS Tak Isi Jadwal Ceramah Mulai 16 Maret 2020
“Semoga dapat dimaklumi. Mohon maaf, terima kasih. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” ujarnya.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Saya Adi Hidayat dengan ini ingin menyampaikan pernyataan, respon, juga imbauan terkait dengan pandemi virus Covid-19 atau yang kita kenal dengan corona yang telah mewabah di belahan dunia.
Termasuk menjangkiti lebih dari 100 negara, 130 ribu kasus dan bahkan menelan 4900 korban yang berujung pada kematian.
Untuk itu, saya ingin mendukung, bersinergi dengan imbauan dunia internasional, khususnya dari pemerintahan kita Negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk menekan, mencegah, sekaligus juga mengatasi penyebaran dan penularan virus yang dimaksudkan.
Salah satunya dengan pertama, menghindari kegiatan-kegiatan yang sifatnya terbuka dan menghadirkan kerumunan massa.
Untuk itu saya ingin menyatakan, bahwa seluruh kegiatan taklim yang sifatnya terbuka, yang saya bina, untuk sementara kita akan tangguhkan, sehingga menghadirkan situasi yang kondusif.
Dan dengan itu kita berkontribusi untuk menekan penyebaran virus yang dimaksudkan, sehingga tidak mudah menular pada kalangan masyarakat.
Dengan itu, saya juga ingin menyampaikan solusi bahwa seluruh jadwal taklim yang sedianya akan tersampaikan atau disampaikan dengan terbuka dalam tabligh akbar atau pengajian-pengajian umum, dalam situasi saat ini akan dialihkan pada media online yang bisa tersambung dengan komunikasi jarak jauh melalui perangkat-perangkat anda dimanapun anda bisa berada dengan keadaan yang lebih aman dan nyaman.
Yang kedua, kami mengusulkan kepada Majelis Ulama Indonesia untuk melakukan kajian khusus terhadap dampak covid-19 ini, dalam kaitannya pada penunaian ibadah, bagi umat Islam khususnya di Indonesia.
Untuk itu, kami berharap seyogyanya ada fatwa yang disampaikan oleh Majelis Ulama Indonesia terkait dengan tata cara beribadah sebagai dampak kaitan penyebaran virus covid-19 ini khususnya pada tatanan praktis ibadah yang ditunaikan secara berjamaah.
Baik shalat berjamaah ataupun kegiatan-kegiatan lainnya.
Dan yang ketiga tentunya kami menunggu arahan dari pemerintah Indonesia khususnya tentang informasi yang terang seputar penyebaran virus Covid-19 ini di wilayah-wilayah di Indonesia.
Sehingga dengan itu kita bisa mengambil langkah antisipatif yang kuat, dengan tidak mendatangi tempat-tempat dimaksud dan juga bisa melakukan langkah antisipasi untuk berinteraksi
Kami memandang bahwa menyelamatkan satu nyawa itu lebih berharga dibandingkan dengan menghasilkan investasi yang cukup banyak. Namun digunakan untuk mengobati hal-hal yang beresiko lebih tinggi.
Kami mendukung setiap langkah untuk bisa menekan penularan dan juga mengatasi virus Covid-19 ini yang tentunya akan diarahkan dan dibimbing oleh pemerintah kita melalui Kementerian Kesehatan.
Saya mengimbau juga ke masyarakat untuk mengikuti langkah-langkah dimaksud.