Corona Masuk Indonesia

KLAIM Mengejutkan Ilmuwan Soal Jejak Virus Corona, Benda Luar Angkasa Disebut Jadi Pemicu

Menurut Daily Mail, pada Kamis (12/3/2020) ilmuwan tersebut mengatakan, bahwa meteor adalah penyebab virus corona

Editor: Dhita Mutiasari
Kolase/ Daily Express
KLAIM Mengejutkan Ilmuwan Soal Jejak Virus Corona, Benda Luar Angkasa Disebut Jadi Pemicu 

KLAIM Mengejutkan Ilmuwan Soal Jejak Virus Corona, Benda Luar Angkasa Disebut Jadi Pemicu

Wabah virus Corona kini telah meluas ke berbagai negara di seluruh dunia.

Seiring dengan itu, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh dari virus yang awalnya menyebar di Wuhan, China, tersebut juga semakin banyak.

Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menyatakan Covid-19 sebagai pandemi global pada hari Rabu setelah virus corona menyebar dengan cepat ke seluruh dunia.

WHO menyatakan penyakit Covid-19 yang disebabkan virus corona sebagai pandemi global setelah virus yang pertama kali diketahui di Wuhan, China akhir Desember 2019 lalu itu menyebar cepat ke lebih dari 100 negara dalam waktu tiga bulan.

Bahkan sejauh ini virus corona adalah misteri terbesar umat manusia yang belum terpecahkan, ilmuwan berlomba-lomba untuk memecahkan masalahnya.

Bahkan, virus ini juga belum diketahui dari mana asalnya, namun pasar hewan ekstreme di Wuhan di percaya sebagai pemicunya.

Meski hal itu belum bisa diyakini sepenuhnya karena data yang disebutkan kurang kuat untuk menuduh pasar Wuhan sebagai pemicunya.

RAHASIA Kesembuhan Pasien Positif Covid-19, Meski Virus Corona Belum Ada Obatnya

Kali ini, sebuah klaim aneh tentang sumber virus corona kembali dicetuskan oleh seorang astrobiologis bernama Chandra Wickramasinghe.

Menurut Daily Mail, pada Kamis (12/3/2020) ilmuwan tersebut mengatakan, bahwa meteor adalah penyebab virus corona, sementara angin yang menjadi media penyebarannya.

Menurut Profesor Chandra, dari Buckingham Center for Astrobiology mengklaim bahwa meteor yang meledak di China pada Oktober silam melepaskan partikel virus.

Setelah berada di stratosfer atas, virus jatuh ke bumi dan terperangkap dalam arus udara stratosfer yang mengelilingi bumi.

Dari situlah virus menyebar sepanjang pita global antara 40-60 derajat lintang utara, dengan kasus utama muncul di negeri tirai bambu.

Dia juga menjelaskan bahwa virus tersebut juga ditransmisikan ke manusia dari hewan.

"Wabah tiba-tiba muncul sangat mungkin memiliki koneksi ruang," katanya kepada Daily Express pada Februari lalu.

Halaman
12
Sumber: Grid.ID
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved