KPU Kubu Raya Lakukan Update Data Pemilih Perbulan

Koordinasi dengan Dukcapil agar mengetahui, apakah adanl yang meninggal dunia, atau sudah berubah statusnya, dan pemilih yang berusia 17 tahun

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Suasana rapat koordinasi pengawasan pemuktahiran data pemilih berkelanjutan Bawaslu Kubu Raya di Hotel Dangau, Jalan Arteri Supadio atau Ayani II, Kubu Raya, Kalbar, Rabu (11/03/2020). Isert- Ketua KPU Kubu Raya, Karyadi. 

KUBU RAYA - KPU Kubu Raya berkomitmen untuk terus memuktahirkan data pemilih secara berkelanjutan.

Komitmen itu pun sesuai dengan surat edaran KPU RI yang mengintruksikan KPU ditingkat bawah dalam hal ini Provinsi maupun Kabupaten Kota untuk mengupdate dan mengumumkan data pemilih setiap sebulan sekali.

Walaupun memang, untuk Kubu Raya sendiri tidak melaksanakan pilkada 2020 karena yang akan menghadapinya ialah tujuh daerah lainnya dalam hal ini Sambas, Bengkayang, Sekadau, Sintang, Melawi, Kapuas Hulu dan Ketapang.

Launching Pilkada Bengkayang, KPU Minta Masyarakat Salurkan Hak Pilih

Hal ini diungkapkan Ketua KPU Kubu Raya, Karyadi saat menghadiri rapat koordinasi pengawasan pemuktahiran data pemilih berkelanjutan Bawaslu Kubu Raya di Hotel Dangau, Jalan Arteri Supadio atau Ayani II, Kubu Raya, Kalbar, Rabu (11/03/2020).

"Akhir februari keluar Surat Edaran (SE) 181 terkait dengan proses pemuktahiran data pemilih, dan kami tindaklanjuti pada Senin kemarin dengan koordinasi dengan Dukcapil kemarin, dari data itu kita lakukan pemuktahiran berkelanjutan," ungkap Karyadi.

Sumber untuk pemuktahirannya, dikatakan dia, adalah DPT Pemilu 2019 yang lalu berjumlah 422.052, ditambah dengan potensi pemilih baru, serta pemilih TMS.

"Setiap bulan KPU mesti mengumumkan baik di papan pengumuman maupun website KPU, nanti bisa diakses oleh pihak berkepentingan agar diketahui jumlah pergerakan data pemilih perbulannya, dan Insyallah bulan maret ini akan kita mulai," terangnya.

Lanjut dikatakannya, terkait koordinasi ini tentu KPU terus bekerjasama dengan Disdukcapil, terlebih sumber DP4 ialah Disdukcapil.

"Koordinasi dengan Dukcapil agar mengetahui, apakah adanl yang meninggal dunia, atau sudah berubah statusnya, dan pemilih yang berusia 17 tahun," imbuh Karyadi.

Lebih lanjut, ia pun mengatakan, dengan adanya pemuktahiran data pemilih berkelanjutan akan menjadi dasar pemilu yang akan datang dan membuat pemilu itu sendiri semakin berkualitas.

"Masyarakat nanti ada form tanggapan masyarakat, nanti bisa ke KPU untuk melapor jika belum masuk ke DPT atau adanya perubahan nama atau kesalahan data pribadi," kata Karyadi.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved