Wabup Sujiwo Ajak Hilangkan Stigma Negatif kepada Riders dan Klub Motor
Pada kegiatan tersebut, selain menjadi ajang para pembalap, juga diisi dengan aksi bakti sosial dan lingkungan oleh para riders atau pengendara.
Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Maudy Asri Gita Utami
KUBU RAYA - Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo menilai bahwa keberadaan riders dan klub motor masih kerap saja dicitrakan negatif oleh sebagian masyarakat.
"Citra seperti itu muncul karena masih adanya oknum pengendara yang tidak tertib berlalu lintas maupun memasang knalpot dengan bunyi mengganggu. Stigma itu harus ditepis," tegas Sujiwo, pada Minggu (8/3/2020).
Menurut Sujiwo, saat ini sudah banyak riders ataupun klub motor yang tidak hanya sekedar kebut-kebutan.
Hal itu bisa dilihat seperti kegiatan Fun Enduro Kubu Raya Punye Cerite Kubu Raya Trail Club (KRTC) yang dilaksanakan di Desa Kuala Dua, Sabtu (7/3/2020) kemarin.
• M Zakki Fuadi, Pemenang Kategori Pembalap Motor Kalbar Terbaik 2019
Pada kegiatan tersebut, selain menjadi ajang para pembalap, juga diisi dengan aksi bakti sosial dan lingkungan oleh para riders atau pengendara.
Maka menurut Sujiwo, hal itu menunjukkan kepekaan para peserta terhadap lingkungan sekitar.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan tersebut, karena bukan hanya trek-trekan. Para riders mempunyai sensitivitas terhadap lingkungan dan mencintai lingkungannya. Itu dibuktikan dengan penanaman pohon di beberapa tempat,” ujar dia.
Wakil Bupati itupun mengapresiasi, selain penanaman pohon, pengendara juga melakukan aksi sosial.
Seperti memberi bantuan makanan pokok dan rumah ibadah.
Namun hal itu tak banyak diketahui publik.
“Banyak kegiatan yang dilakukan para riders tapi selama ini tak pernah dipublikasikan,” ucapnya.
Senada dengan Sujiwo, Anggota DPR RI Maria Lestari juga meminta kepada riders untuk lebih aktif mengadakan kegiatan-kegiatan sosial.
Sebab dengan cara itu kehadiran riders akan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kegiatan sosial seperti menyantuni warga miskin dan pemberian bantuan kepada lembaga sosial, menurutnya, sangat efektif untuk mengubah citra negatif riders.
"Di era sekarang tidak cukup jika kita hanya melakukan aktivitas sosial. Karena selain dilakukan, aktivitas sosial itu juga harus dipublikasikan."
"Tujuannya apa, bukan kita ingin pamer atau apa, tetapi untuk menunjukkan kalau riders itu aktivitasnya bukan cuma jalan-jalan."
"Makanya, mulai hari ini riders harus menunjukkan sensitivitas sosial dengan berbagai kegiatan yang dilakukan," tutur Maria. (*)
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak