Breaking News:

Khawatirkan Pilkada Bengkayang, Ini Paparan Maria Goreti

"Justru Sambas kita tidak menemukan presentasi dari Ketua KPU dan Bawaslu sebagai Kabupaten yang belum siap atau catatan,

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Anggota DPD RI dapil Kalbar, Maria Goreti . 

PONTIANAK - Bawaslu RI baru saja melaunching Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) yang menempatkan Sambas sebagai satu diantara daerah yang akan menggelar Pilkada 2020 masuk dalam 15 daerah dengan kerawanan tinggi.

Namun, anggota DPD RI dapil Kalbar, Maria Goreti lebih mengkhawatirkan pelaksanaan Pilkada Bengkayang.

Kekhawatiran Anggota DPD RI empat periode ini muncul, lantaran sejumlah dinamika terjadi di pemerintahan Bengkayang, mulai dari Bupati yang ter-OTT KPK, dilanjutkan Wakil Bupati yang sakit dan akhirnya Plh Bupati oleh Sekda.

Maria Goreti Tanyakan Siapa yang Punya Kewenangan Evaluasi ASN Tak Profesional

"Saya terus terang kaget Sambas masuk kerawanan tinggi, saya baru merencanakan ke Bengkayang, kenapa, karena Bengkayang hampir bisa dikatakan Bupatinya tidak aktif, Wakil Bupatinya yang menjadi Plt sakit, dan jabatan sekarang diemban Sekda sebagai Plh, inikan fenomenal, maka saya ingin tau kesiapan mereka," kata Maria Goreti, Minggu (08/03/2020).

Selain itu, lanjut Maria yang merupakan anggota Komite I DPD RI ini, dirinya juga ingin mendalami terkait beberapa poin mengenai Pilkada.

Sebelumnya, paparkan Maria, jika pihaknya belum lama ini juga telah melakukan pertemuan dengan KPU dan Bawaslu Provinsi Kalbar mengenai persiapan Pilkada, baik dari segi perundang-undangannya hingga teknis dilapangan.

"Justru Sambas kita tidak menemukan presentasi dari Ketua KPU dan Bawaslu sebagai Kabupaten yang belum siap atau catatan," jelas Maria Goreti.

Mengenai masalah perbatasan, Maria pun menyebut untuk Sambas juga belum tergolong tidak ada masalah, bahkan tergolong Kabupaten yang cukup baik. 

Mulai dari pembangunan infrastruktur diperbatasan yang paling awal diwujudkan, hingga dengan lahirnya Bupati perempuan pertama.

"Namun IKP yang dirilis tentu sudah ada dasarnya, saya tentu akan rencanakan akan mengecek diempat dari tujuh daerah yang akan melaksanakan pilkada, kita tidak mengharapkan di 7 Kabupaten ini terjadi hal yang fatal," kata Maria Goreti.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved