DPRD Minta Sekolah Selektif, Study Tour Jangan Memberatkan

Anggota DPRD Kota Pontianak, Husin, menyatakan sependapat dengan Wali Kota terkait study tour.

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ayu Nadila
BERIKAN KETERANGAN - Anggota DPRD Kota Pontianak, Husin, menyatakan sependapat dengan Wali Kota. Ia menilai kegiatan study tour bagi siswa yang telah lulus tidak perlu dilakukan jika tidak terlalu penting. 

Ringkasan Berita:
  • Ia menilai kegiatan study tour bagi siswa yang telah lulus tidak perlu dilakukan jika tidak terlalu penting.
  • Ia menambahkan, pihaknya melalui Komisi IV DPRD Kota Pontianak meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) untuk mengambil langkah tegas.
  • Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah adanya beban tambahan bagi orang tua, sekaligus memastikan kegiatan pendidikan tetap berorientasi pada manfaat bagi siswa.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Anggota DPRD Kota Pontianak, Husin, menyatakan sependapat dengan Wali Kota terkait study tour.

Ia menilai kegiatan study tour bagi siswa yang telah lulus tidak perlu dilakukan jika tidak terlalu penting.

"Saya sependapat dengan Wali Kota, untuk anak-anak yang lulus kalau memang tidak terlalu penting, sebaiknya tidak melakukan tour," katanya saat dikonfirmasi tribunpontianak.co,id, Sabtu 13 Juni 2026.

Ia menambahkan, pihaknya melalui Komisi IV DPRD Kota Pontianak meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) untuk mengambil langkah tegas.

"Supaya tidak memberatkan orang tua, kami di Komisi IV minta kepada Dikbud untuk menghimbau atau membuat surat edaran ke sekolah-sekolah agar mempertimbangkan melarang anak-anak yang lulus melakukan study tour," tambahnya.

Langkah tersebut diharapkan dapat mencegah adanya beban tambahan bagi orang tua, sekaligus memastikan kegiatan pendidikan tetap berorientasi pada manfaat bagi siswa.

Baca juga: Gubernur Ria Norsan Ingin Temajuk Jadi Wisata Unggulan Perbatasan, Siapkan Bantuan Stimulan

Walikota Soroti Study Tour

Sebelumnya Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menegaskan bahwa kegiatan study tour setelah kenaikan kelas sebaiknya tidak memberatkan siswa maupun orang tua.

Menurutnya, pelaksanaan study tour perlu mempertimbangkan manfaat serta kondisi ekonomi keluarga. la menyebut kegiatan tersebut diperbolehkan selama bersifat positif dan tidak memaksakan.

"Kalau saya kembali kepada siswa, orang tua dan sekolah yang jelas jangan sampai semuanya memberatkan, kalau itu produktif sifatnya untuk meningkatkan silahturahmi dan kekeluargaan silahkan saja," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, di Jl Veteran Pontianak Selatan, Selasa 9 Juni 2026.

Namun demikian, Edi mengingatkan agar pihak sekolah tidak menjadikan study tour sebagai kewajiban yang membebani.

"Tapi kalau memberatkan tentunya jangan. Yang pastinya untuk mereka ini yang penting tidak memaksakan," tegasnya.

la berharap, setiap kegiatan sekolah tetap mengedepankan asas kebersamaan tanpa menimbulkan beban tambahan bagi orang tua siswa.

Beberapa detail penting mengenai study tour meliputi:

Padanan Istilah:

Dalam bahasa Indonesia, study tour sering disebut sebagai widyawisata (kunjungan ke luar daerah/kampus) atau karyawisata (kunjungan karya).

Tujuan Umum:

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved