Breaking News

Corona Masuk Indonesia

PARA Ahli Identifikasi 2 Strain Virus Corona Berbeda Penyebab Covid-19, Satu Diantaranya Mematikan

Strain pertama kemungkinan diperkirakan telah muncul saat virus melompat dari hewan ke manusia dan virus kedua muncul setelah itu.

Editor: Dhita Mutiasari
NIAID-RML via Livescience.com
Gambar Virus Corona Resmi Dirilis, Beginilah Penampakan Covid-19, Ternyata Mirip MERS-CoV- PARA Ahli Identifikasi 2 Strain Virus Corona Berbeda Penyebab Covid-19, Satu Diantaranya Mematikan 

PARA Ahli Identifikasi 2 Strain Virus Corona Berbeda Penyebab Covid-19, Satu Diantaranya Mematikan

Pola penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) kini sudah meluas ke berbagai wilayah di Dunia.

Di sisi lainnya, para ahli tengah menganalisis penyebaran Covid-19 ini. 

Dalam analisis terhadap 103 kasus virus corona, para ahli melihat adanya dua strain virus corona baru yang menyebar di seluruh dunia dan menyebabkan penyakit Covid-19.

Salah satu di antaranya dinilai mematikan.

Kendati demikian, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersikeras menyatakan tidak ada bukti bahwa virus corona telah berubah.

Jadi, berapa banyak strain virus corona yang ada di dunia dan mengapa itu penting?

PREDIKSI Wabah Virus Corona Berakhir di Wuhan China, Ahli Beberkan Hal Ini

Melansir New Scientist, Sabtu (7/3/2020), Xiaolu Tang dari Peking University di Bejing dan rekannya mempelajari genom virus corona yang diambil dari 103 kasus, mereka menemukan mutasi umum di dua lokasi pada genom.

Tim mengidentifikasi ada dua jenis virus berdasarkan perbedaan dalam genom di dua wilayah ini.

Hasilnya, 72 kasus dianggap sebagai tipe L dan 29 kasus dikelompokkan sebagai tipe S.

Selanjutnya, analisis terpisah oleh tim peneliti menunjukkan tipe L berasal dari tipe S yang lebih tua.

Strain pertama kemungkinan diperkirakan telah muncul saat virus melompat dari hewan ke manusia dan virus kedua muncul setelah itu.

Kedua kelompok virus ini berkontribusi terhadap wabah global dari Covid-19 saat ini.

Faktanya, tipe L lebih lazim menunjukkan karakter yang lebih agresif dibandingkan tipe S.

"Tampaknya ada dua strain yang berbeda," kata Ravinder Kanda dari Oxford Brookes University di Inggris.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved