Human Interest Story
Brigadir Ya' Basri Teriak 'Allahu Akbar' Sebelum Terjun Selamatkan Korban Percobaan Bunuh Diri
Sebelum menceburkan diri ke sungai melawi, OV dan pasangannya berinisial TN terlihat terlibat cekcok mulut di atas Jembatan Melawi.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Maudy Asri Gita Utami
Sembari mengamati permukaan air, Basri melepaskan tas berisi dompet, pakaian dinas, kunci motor dan handphonenya kemudian diletakan di atas sepeda motor.
Setelah melihat korban mengapung, Basri langsung loncat ke sungai tanpa menanggalkan baju koko yang ia kenakan.
Meski sudah punya pengalaman sebagai anggota Brimob, bahkan pernah mengikuti pelatihan penyelamatan kecelakaan orang tenggelam, pria berusia 32 tahun ini gelagapan.
“Ndak sempat mengukur kemampuan, mikir masih muda jak. Bisa berenang, pernah diajarkan menolong orang di perairan juga dari Basarnas,” ungkapnya.
Lulusan Bintara Diktukba angkatan 16 gelombang dua yang pernah bertugas di satuan Brimob ini tak menyangka arus sungai jauh berbeda saat dia latihan menyebrangi selat Madura untuk mengambil Wing Roda Kompas.
“Arus sungai lebih deras,” ungkapnya.
Setelah ikut terjun dari jembatan, anggota Polres Sintang yang saat ini bertugas di satuan Sat Tahti ini langsung berenang mengejar OV yang jaraknya sekitar 15 meter.
Tubuh OV didekapnya.

OV berontak.
Basri kesulitan menarik korban ke tepian sungai.
Basri sadar, menyelamatkan orang di atas permukaan air berbahaya apabila korban melawan dan berontak.
Bisa-bisa keduanya tenggelam.
Lalu, Basri melepaskan tubuh OV.
“Saya lepaskan. Dia timbul lagi. Saya raih lagi. Dia berontak lagi kemudian lepas. Saya sampai kehabisan tenaga,” ungkap Basri.
Dua kali mendapatkan perlawanan, tenaga Basri terkuras.