Breaking News:

Berawal dari Hobi, Kerajinan Tangan Ida di Kayong Utara Tembus Pasar Global

Ida mengaku produknya lebih ditingkatkan kerapiannya dan dibantu pemasarannya hingga ke mancanegara.

Penulis: Adelbertus Cahyono | Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ADELBERTUS CAHYONO
Saparidah bersama dua warga menunjukkan produk anyamannya di kediamannya di Desa Sejahtera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Kamis (5/3/2020). 

KAYONG UTARA - Siapa sangka hobi menganyam tikar dan produk anyaman lain yang ditekuni sejak remaja oleh Saparidah (48), asal Desa Sejahtera, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Kayong Utara ini mampu menembus pasar global.

Selain tikar, Ida, begitu ia akrab disapa, juga membuat pengembangan produk anyaman lain berupa tas, dompet, kipas, kotak pensil, souvenir, dan map holder.

Produk Ida Craft yang paling digemari di dalam negeri adalah kotak pensil.

Sedangkan di luar negeri tas souvenir dan dompet dari anyaman pandan yang tidak diberi warna.

Dimulai sejak 2011 ketika ibu tiga anak ini bergabung menjadi pengrajin binaan Yayasan Palung.

Hidup Sebatang Kara, Mbah Mirah Bertahan Berkat Uluran Tangan Tetangga

Ida yang semula hanya membuat tikar pandan untuk dijual ke masyarakat sekitar, bersama ibu-ibu pengrajin sekitarnya bergabung membentuk Ida Craft, mulai mengembangkan produk berupa tas, dompet, kipas, kotak pensil dan souvenir dari anyaman pandan.

“Kelompok saya hanya membuat anyaman dari pandan sedangkan kelompok binaan yang lain membuat lekar (piring) dari lidi nipah, aksesoris dari resam atau pakis hutan serta produk dari bambu,” kata Ida, Kamis (5/3/2020).

Adapun produk Ida Craft yang termahal adalah tikar pandan ukuran 2,3 meter seharga dua ratus lima puluh ribu rupiah dan yang termurah adalah gantungan kunci seharga sepuluh ribu rupiah.

Sejak bernaung di bawah binaan Yayasan Palung, Ida mengaku produknya lebih ditingkatkan kerapiannya dan dibantu pemasarannya hingga ke mancanegara.

Yayasan Palung menugaskan, Salmah (26) sebagai Asisten Field Officer yang bertugas mengawasi pemberdayaan kelompok binaan.

Sekda Sintang Dorong Penenun Olah Kain Tenun Jadi Kerajinan Tangan

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved