Pertamina Patra Niaga Kalimantan
Pertamina Patra Niaga Edukasi dan Sosialisasi Patra Biodiesel B30, Dukung Kebijakan Pemerintah
Penggunaan B30 berbeda dengan High Speed Diesel (HSD) atau solar murni karena ada percampuran dari FAME (Fatty Acid Methyl Ester).
Penulis: Zulkifli | Editor: Marlen Sitinjak
Pertamina Patra Niaga Edukasi dan Sosialisasi Patra Biodiesel B30, Dukung Kebijakan Pemerintah
KUBU RAYA - Sebagai wujud nyata komitmen lebih dekat kepada customer, PT Pertamina Patra Niaga menggelar sosialisasi dan edukasi produk Patra Biodiesel (B30), di Qubu Resort Jl Ahmad Yani II, Kamis (5/3/2020) mulai pukul 08.00 WIB.
General Manager Region IV Kalimantan, PT Pertamina Patra Niaga, Ihsan Utama mengatakan event ini bermaksud memberikan servis atau edukasi, sehingga pelanggan lebih memahami produk yang dibeli atau digunakan dalam hal ini Patra Biodiesel (B30).
"Misalnya terkait spesifikasi produknya dan pemahaman mutu produk," kata Ihsan Utama, Rabu (4/3/2020).
Penggunaan B30 berbeda dengan High Speed Diesel (HSD) atau solar murni karena ada percampuran dari FAME (Fatty Acid Methyl Ester).
"Ini merupakan kebijakan pemerintah. Kita mengikuti dan mendukung," ujarnya.
• Pertamina Resmi Pasok Solar B30 di Pontianak, Sudah Dijual di Sejumlah SPBU
Kegiatan ini akan dihadiri 11 mitra penyalur dari PT Pertamina Patra Niaga.
Kemudian 20 customer atau pelanggan PT Pertamina Patra Niaga serta jajaran manajemen Pertamina Patra Niaga.
"Harapan kami tentunya hubungan antara customer Pertamina Patra Niaga semakin erat dan juga berkelanjutan. Kami ingin mendengar masukan dari customer mengenai produk ini," ujar Ihsan Utama.
Kemudian pihaknya berharap program pemerintah tersebut bisa berjalan sukses dan tentunya reputasi PT Pertamina Patra Niaga semakin baik.
Kegiatan ini merupakan pertama kali di Kalimantan Barat dan yang ke enam kalinya di wilayah Kalimantan.
Pengertian BBM, Biodiesel dan Biosolar
Bahan Bakar Minyak (BBM) adalah komoditi hydrocarbon yang berasal dari fosil dan tidak terbarukan, di mana sehari-hari kita banyak bergantung kepadanya sebagai sumber energi.
Sementara biodiesel merupakan bahan bakar pengganti, diproduksi dari minyak nabati atau lemak hewan melalui proses kimia transesterifikasi Fatty Acid Methyl Ester (FAME).
Biodiesel dapat digunakan pada semua diesel engine dengan persentase hingga 100 persen dengan sedikit atau tidak ada modifikasi pada mesin.
Sementara biosolar adalah jenis bahan bakar yang di peroleh melalui proses blending antara biodiesel dan solar dengan perbandingan komposisi tertentu.