Corona Masuk Indonesia

Kenapa Dinamakan Virus Korona? Berikut Penjelasannya

Virus corona atau korona (2019-nCoV) diumumkan positif masuk Indonesia, Senin (2/3/2020) dengan dua pasien yang kini sedang dalam penanganan medis.

Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
SMITH COLLECTION/GADO
Ilustrasi struktur virus korona. Kenapa Dinamakan Virus Korona? Berikut Penjelasannya. 

Editor kesehatan BBC menjelaskan tentang virus corona.

Tugas mendesak penamaan virus secara resmi merupakan tanggung jawab Komite Internasional tentang Taksonomi Virus (International Committee on Taxonomy of Viruses, ICTV).

Berbagai wabah sebelumnya memberikan berbagai kisah yang menjadi peringatan bagi ICTV.

Virus H1N1 pada tahun 2009 dijuluki "flu babi". Hal ini menyebabkan Mesir menyembelih semua hewan babi di negara itu, walaupun virus itu disebarkan oleh masyarakat, bukan babi.

Nama resmi juga terbukti bermasalah. WHO mengkritik nama Mers (Middle East Respiratory Syndrome) pada 2015.

"Kami melihat nama-nama penyakit tertentu telah memprovokasi adanya reaksi terhadap anggota komunitas agama atau etnis tertentu, menciptakan hambatan yang tidak dapat dibenarkan untuk melakukan perjalanan, perdagangan dan kegiatan komersial, dan memicu pembantaian hewan ternak yang tidak perlu," katanya dalam sebuah pernyataan.

Karena itulah, ICTV kemudian mengeluarkan sebuah pedoman.

Dalam pedoman itu disebutkan bahwa nama resmi untuk virus corona seharusnya tidak termasuk:

Dikatakan pula bahwa namanya harus pendek dan deskriptif - seperti Sars (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Namun demikian, nama resmi itu tetap perlu sebuah kaitan, kata Benjamin Neuman, profesor virologi, yang bersama 10 orang lainnya, duduk di kelompok studi ICTV yang telah mempertimbangkan nama baru tersebut.

Tim ICTV mulai membahas sebuah nama sekitar dua minggu lalu dan butuh dua hari untuk menyelesaikannya, kata Prof Neuman, yang juga ketua Ilmu Biologi di Texas A&M University-Texarkana, AS.

Suasana di dalam laboratorium AS yang sedang mengembangkan vaksin di tengah merebaknya virus corona.

Mereka sekarang mengirimkan nama itu kepada sebuah jurnal ilmiah untuk diterbitkan dan berharap mereka untuk mengumumkannya dalam beberapa hari ke depan.

Selain membantu masyarakat memahami virus, ICTV berharap penamaan virus itu akan memungkinkan para peneliti untuk fokus melawannya dengan menghemat waktu dan menjawab segala kebingungan.

"Kita akan melihatnya di masa depan apakah kita sudah benar," kata Prof Neuman.

"Untuk seseorang seperti saya, dengan membantu memberi nama sebuah virus mungkin akan bertahan lebih lama dan lebih bermanfaat ketimbang sebuah karir pekerjaan. Ini adalah tanggung jawab besar," katanya. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved