Budidaya Madu Kelulut, Agus Raup Omzet Rp 3-5 Juta Per Bulan

Satu botol madu berisi 250 ml dijual seharga Rp 150 ribu. Sedangkan yang dikemas dalam botol 500 ml dijual seharga Rp 250 ribu.

TRIBUNPONTIANAK/Adelbertus Cahyono
Agus M Imran memanen madu kelulut di kediamannya di Sukadana, Kabupaten Kayong Utara, Senin (2/3/2020). 

Satu botol madu berisi 250 ml dijual seharga Rp 150 ribu.

Sedangkan yang dikemas dalam botol 500 ml dijual seharga Rp 250 ribu.

Menurut Agus, harga madu kelulut di Kayong Utara dan Ketapang memang paling tinggi di Kalimantan Barat.

Berbeda dengan di Sambas yang harganya anjlok, lantaran stok banyak.

"Tapi saya biasanya panen berdasarkan pesanan. Saya ndak stok di botol, karena kan lebih bagus nyetok di sarangnya. Tapi idealnya panen tiap tiga bulan," papar Agus.

Agus menceritakan, berbudidaya madu kelulut tidak memerlukan banyak biaya.

Dia hanya mengalami kesulitan saat mencari papan kayu untuk membuat sarangnya.

"Ini yang lebih berat daripada kita cari bibit. Bibit sih ada jual, kawan-kawan itu biasa ada jual," ungkap Agus. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved