Amankan Terduga Pelaku Pembalakan Liar Pohon Mangrove di Desa Kubu, Ini Pengakuan Para Tersangka

Kemudian kayu yang berhasil diamankan pun, dipaparkan Kompol Siddiq sekitar 1300 batang kayu yang sudah diolah, dan 27 yang masih dalam keadaan utuh.

TRIBUN PONTIANAK/ MUZAMMILUL ABRORI
Wakapolres Kubu Raya, Kompol Amin Siddiq saat menunjukkan dokumentasi barang bukti tindakan pembalakan liar pohon mangrove pada Konferensi Pers yang digelar oleh Kepolisian Resor Kubu Raya, Senin (2/3/2020). 

KUBU RAYA - R (65) dan A (37) menjadi satu di antara deretan tersangka yang ditampilkan saat Konferensi Pers yang digelar oleh Kepolisian Resor Kubu Raya, Senin (2/3/2020).

Mereka yang berstatus anak dan ayah itu dijerat, karena perbuatannya yang telah melakukan illegal logging atau melakukan pembalakan liar pohon mangrove, di Dusun Tokaya, Desa Kubu, Kabupaten Kubu Raya.

"Kami kerja dua beranak, saya yang kerja, bapak yang kawankan kerja. Saya menggesek kayu di somel baru lima hari, rencananya hanya untuk menghabiskan kayu itu, selesai tidak dikerjakan lagi," ungkap pria berinisial A saat diwawancarai.

Dikatakan A ternyata pohon-pohon yang mereka kerjakan itu diambil pada tahun 2019 lalu.

Dan baru diolah untuk dijadikan kayu batangan pada awal Februari 2020.

BREAKING NEWS - Polres Kubu Raya Grebek Judi Sabung Ayam di Sungai Kakap

"Kayu ini sudah lama, kami ambil sudah tahun yang lalu. Hanya kami takutkan karena barang ini tidak boleh dikerjakan, die udah mau burok jadi kami kerjakan," tuturnya.

"Dan tidak didanai oleh pihak manapun. Kita sendiri punya, tebang sendiri, kerja sendiri, olah sendiri dengan tujuan untuk dijual kepada warga sekitar," tambahnya.

Selanjutnya disampaikan Wakapolres Kubu Raya, Kompol Amin Siddiq bahwa, tersangka pembalakan liar inipun berhasil diamankan pada tanggal (12/2) lalu, berdasarkan informasi yang didapatkan dari masyarakat setempat.

"Tersangka yang terkait kasus ilegal logging dengan TKP di Kecamatan Kubu, ini kita ungkap berdasarkan informasi dari masyarakat dan kayu yang kita temukan secara kasat mata jenisnya campuran dan salah satunya berasal dari mangrove bakau," terang Kompol Siddiq.

R (65) dan A (37) menjadi diantara deretan tersangka yang ditampilkan saat Konferensi Pers yang digelar oleh Kepolisian Resor Kubu Raya, Senin (2/3/2020).
R (65) dan A (37) menjadi diantara deretan tersangka yang ditampilkan saat Konferensi Pers yang digelar oleh Kepolisian Resor Kubu Raya, Senin (2/3/2020). 

Kemudian kayu yang berhasil diamankan pun, dipaparkan Kompol Siddiq sekitar 1300 batang kayu yang sudah diolah, dan 27 yang masih dalam keadaan utuh.

Dalam hal inipun, Waka Polres tersebut menekankan bahwa bila kejadian seperti ini tidak ditindak secara tegas, maka akan mengakibatkan mangrove yang berada di lokasi akan punah.

"Mungkin yang diambil hari ini sedikit demi sedikit, lama kelamaan justru akan berdampak terhadap abrasi. Ketika mangrove sudah habis tidak ada lagi penahanan ombak maka selesai lah," sebut Amin Siddiq

Terkait perbuatannya, para tersangka dijerat pasal berdasarkan undang-undang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan, dengan pasal 82 ayat 1 huruf B, huruf C, kemudian pasal 84 ayat 1 dan Atau pasal 87 ayat 2, huruf B, ancaman 12 tahun penjara.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved