Warga Paloh Keluhkan Penanganan Abrasi di Sepanjang Pantai Tanah Hitam
Abrasi pantai ini tiap tahun makin parah, dan susah menyebabkan dua bangunan rusak, yaitu satu bangunan bengkel dan satu buah rumah,
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Jamadin
SAMBAS - Salah satu warga Kecamatan Paloh, Meiji mengeluhkan keterlambatan penanganan dan antisipasi terjadinya abrasi di sepanjang Pantai Tanah Hitam, Desa Tanah Hitam, Desa Matang Danau dan Desa Kalimantan, Kecamatan Paloh. Meiji katakan, abrasi itu sudah terjadi bertahun-tahun.
"Abrasi pantai ini sudah lama terjadi kira-kira sekitar tahun 2017, abrasi pantai ini terjadi pada saat saat musim gelombang kuat," ujarnya, Kamis (27/2/2020).
Ia ungkapkan, setiap tahun kondisi abrasi di sepanjang pantai itu semakin parah. Dan sudah menyebabkan rumah-rumah rusak.
"Abrasi pantai ini tiap tahun makin parah, dan susah menyebabkan dua bangunan rusak, yaitu satu bangunan bengkel dan satu buah rumah," kata Meiji.
• Peringkat Pertama Pengguna Internet se Kalimantan, Syamsul: Warga Kalbar Harus Bijak Bersosial Media
"Selain itu, pohon-pohon di tepi pantai juga tumbang akibat tanah penopang terus terkikis oleh air laut, tebing pantai sudah mulai habis terkikis sehingga jarak antara pantai dan jalan sudah sangat dekat," jelasnya.
Untuk meminimalisir dampak dari abrasi pantai yang terus menerus itu. Dirinya dan warga sekitar mencoba membangun penahan ombak dengan peralatan seadanya.
Seperti menggunakan tumpukan karung pasir dan bahkan menggunakan kayu-kayu.
"Untuk saat ini hanya sedikit yang bisa di lakukan warga setempat untuk meminimalisir abrasi pantai dengan membangun penahan ombak sementara yang dibuat dari kayu dan dari tumpukan karung yang di isi dengan pasir," jelasnya.
Dan itu pun tidak sepanjang pantai, karena masyarakat hanya mampu membuat di sekitar bangunan yang rusak akibat Abrasi.
"Tapi ini tidak bertahan lama dan tidak dapat mencegah terjadi nya abrasi pantai," katanya.
Dirinya mensinyalir penyebab dari abrasi pantai tersebut adalah sebagi akibat dari cuaca ektrim yang terus menerus terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
• IKP Sambas Rawan Tinggi, Bawaslu Sambas Akan Gaet Pemangku Kepentingan
"Abrasi pantai ini di sebab kan gelombang yang cukup kuat, karena pada akhir tahun dan awal tahun seperti sekarang gelombang pada saat itu cukup kuat, pada saat akhir tahun 2017 dan awal tahun 2018 air laut pernah naik sampai ke jalan raya," ungkapnya.
"Selain faktor alam, berhubung di matang putus ini tidak ada di buat bangunan penahan ombak sehingga abrasi pantai ini tidak dapat di cegah," bebernya.
Oleh karenanya, ia berharap agar pemerintah Kabupaten Sambas bisa mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah tersebut.
"Dalam hal ini warga sudah beberapa kali menyampaikan keluh kesah kepada pemerintah, tapi sampai saat ini tidak ada upaya dari pemerintah untuk merealisasikan aspirasi masyarakat tentang pembuatan bangunan penahan ombak," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/abrasi-meiji.jpg)