Peringkat Pertama Pengguna Internet se Kalimantan, Syamsul: Warga Kalbar Harus Bijak Bersosial Media

masyarakat harus paham menggunakan media sosial agar tidak termakan berita bohong (hoax) serta penipuan dan penyalahgunaan data diri.

Peringkat Pertama Pengguna Internet se Kalimantan, Syamsul: Warga Kalbar Harus Bijak Bersosial Media
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ NI Made Gunarsih
Perwakilan Kemenkominfo menjelaskan materi mengenai media sosial pada seminar yang berlangsung di Hotel Santika Pontianak, Kamis (27/2/2020)   

PONTIANAK- Kalimantan Barat sebagai satu dia antara provinsi di Kepulauan Kalimantan yang menempati urutan pertama sebagai pengguna jaringan internet terbanyak yaitu 2,1persen.

Hal ini diungkapkan Syamsul Akbar selaku Kabid Tata Kelola Pemerintahan Berbasis Elektronik dan Informatika pada Seminar yang bertema "Bijak Bermedia Sosial Sebagai Sarana Edukasi Kekinian"  berlangsung di Lantai 5 Hotel Santika Pontianak pada Kamis (27/02/2020) pukul 09.00 wib.

Pada seminar yang di ikuti 5 SMK perhotelan di Kota Pontianak dan sekitarnya, dan Syamsul Akbar menjelaskan bahwa tingginya penggunaan internet di Kalbar adalah dalam proses pesan elektronik atau komunikasi lewat pesan. 

Rangkaian Perayaan Anniversary ke-17 Hotel Santika Dimulai dengan Seminar Bertema Medsos

Pada kesempatan ini Syamsul Akbar juga menjelaskan bahwa Indonesia masuk dalam 10 negara yang menggunakan internet dalam waktu lama yaitu 3, 25 jam perharinya pada survei tahun 2019. 

Sebagai negara yang memiliki tingkat akses internet tinggi, masyarakat harus paham menggunakan media sosial agar tidak termakan berita bohong (hoax) serta penipuan dan penyalahgunaan data diri. 

Beberapa tips mudah dibagikan oleh Kemenkinfo agar tidak menjadi korban penyalahgunaan dan penipuan di Internet yaitu 

* Tidak membagi data pribadi maupun foto kartu identitas di media sosial karena bisa dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab.

VIDEO: Rutan Sanggau Gelar Upacara Pencanangan Zona Integritas

* Lebih selektif dalam bertutur kata di media sosial menggigat jejak digital tidak mudah untuk di hapus dan dapat merusak citra diri kedepannya. 

* Menghindari akun media sosial yang menyampaikan ujaran kebencian dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.

Pada seminar ini Syamsul Akbar berharap generasi muda lebih bijak bermedia sosial karena masa depan masih panjang dan ingin generasi muda bisa menjadikan media sosial sebagai ladang kreativitas bukan sekedar bersosial media saja. 

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved