Maman Abdurahman Sebut Golkar Targetkan Kemenangan di Lima dari Tujuh Kabupaten di Pilkada 2020

"Pada awalnya memang kita menargetkan dari tujuh pilkada, hanya empat yang kita targetkan menang.

PONTIANAK - Ketua Bappilu DPP Partai Golkar, Maman Abdurahman mengungkapkan jika pihaknya menargetkan kemenangan lima dari tujuh kabupaten yang akan Pilkada 2020 di Kalbar.

"Pada awalnya memang kita menargetkan dari tujuh pilkada, hanya empat yang kita targetkan menang.

Namun ternyata ada beberapa kejutan di salah satu daerah yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu karena ternyata respon masyarakat dan komunikasi politik kita dengan beberapa kandidat di daerah tersebut cukup positif,

akhirnya kemarin kita DPP dan kapasitas saya sebagai Ketua Bappilu, kita menargetkan kemenangan di Kalbar itu lima daerah," papar Maman, Selasa (25/02/2020).

Ia pun menyebut, dari lima daerah yang ditargetkan menang, mayoritas akan mengusung kader.

"Perlu saya sampaikan, dari lima daerah itu tiga daerah sudah hampir dipastikan kita mengusung calon wakil bupati, satu daerah calon bupati dan satu daerahnya kita masih melihat perkembangan potensi politik kita didaerah tersebut," jelasnya.

Ketua Bappilu Pastikan Penjaringan dan Penyaringan Bacaleg Gerindra Kalbar Selektif

Jika dilima daerah yang ditargetkan kemenangan itu tercapai, Maman pun memastikan raihan kemenangan untuk di Kalbar melewati target nasional.

"Kalau target nasional kita 60 persen, jadi 60 persen itu kita asumsikan bahwa dalam setiap provinsi yang melaksanakan pilkada minimal harus ada 60 persen kemenangan ditiap-tiap daerah. Jadi kalau dilihat tadi total tujuh daerah kita punya target lima daerah menang, berarti kita sudah diatas target nasional," ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, ada beberapa target utama partai Golkar dalam waktu dekat, satu diantaranya yakni melakukan sukses konsolidasi internal.

Kedepan, lanjut dia, ada sebuah tantangan besar Partai Golkar dan semua stake holder partai selain Partai Golkar bahwa akan ada potensi perubahan sistem pemilihan legislatif yang awalnya sistem proporsional terbuka berubah menjadi sistem proporsional tertutup.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved