Khazanah Islam

Doa Bulan Rajab Agar Diberkahi pada Rojab dan Sya’ban Serta Bertemu dengan Bulan Ramadan 2020

Memasuki bulan Rajab, kita dianjurkan membaca doa yang sudah dicontohkan Rasulullah SAW.

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Ilustrasi canva/tribunkaltim
Ilustrasi bulan rajab 

Tak terasa, kita kembali memasuki bulan Rajab, satu di antara yang termasuk dalam bulan mulia.

Awal bulan Rajab 1441 Hijriyah akan dimulai pada Selasa 25 Februari 2020.

Memasuki bulan Rajab, kita dianjurkan membaca doa yang sering dibacakan.

Berikut doa saat memasuki bulan Rajab:

Doa Memasuki Bulan Rajab

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Allahumma Baariklana fi Rajab wa Sya'ban wa Ballighna Ramadhan

Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”

Hukum Puasa di Bulan Rajab Menurut Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Adi Hidayat

Pada bulan Rajab ini, umat Islam memang dianjurkan berpuasa.

Namun puasa yang dimaksud adalah puasa sunnah yang biasa dilakukan, seperti puasa Senin Kamis, puasa Nabi Daud dan puasa sunnah lainnya.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, tentang puasa di bulan Rajab disebutkan di dalam hadits Muslim pada nomor hadits 1960.

Hadits ini riwayat Sayyidah 'Aisyah, dikuatkan keterangan Ibnu Abbas RA bahwa Nabi Muhammad SAW, sering meningkatkan puasa di bulan hurum termasuk bulan Rajab.

"Saya terkadang sering meilihat Nabi Muhammad SAW sering puasa, seakan-akan nggak buka. Tapi juga sering melihat beliau buka seakan-akan tidak puasa," kata Ustadz Adi Hidayat mengutip hadits dari Sayyidah 'Aisyah dan Ibnu Abbas RA.

"Maksudnya apa? Kalau kemudian anda ingin meningkatkan puasa di bulan hurum seperti Rajab itu boleh-boleh saja. Walaupun tidak ada kekhusunan mengkhususkan puasa di satu bulan saja. Tapi kalau ingin meningkatkan puasa, silakan," kata Ustadz Adi Hidayat.

Ustadz Adi Hidayat menegaskan, puasa di bulan Rajab hukumnya Sunnah.

"Mau Senin puasa, silakan, mau Kamis puasa, silakan. Pengen puasa Senin Kamis, silakan. Puasa Nabi Daud, puasa Ayyamul Bidh, silakan. Atau pengen puasa beruntut, Senin puasa, Selasa puasa, Rabu puasa, Kamis tidak, boleh," kata Ustadz Adi Hidayat.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved