Kepala KSP CUPK Ikut Suarakan Kenaikan Harga Karet Kalbar
Ia mengatakan, masyarakat petani masih sulit untuk membawa komoditi karet mereka secara langsung karena akses yang belum menadai.
Penulis: Zulkifli | Editor: Maudy Asri Gita Utami
PONTIANAK - Kepala Pengurus KSP CU Pancur Kasih Gabriel Marto S Pd ikut menyuarakan agar, harga jual komiditi perkebunan terutama karet di Kalimantan Barat kembali bergairah, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat.
Apalagi lebih dari 60 persen anggota KSP CU Pancur Kasih adalah petani dan pedagang.
"Itu pertanyaan yang juga dilontarkan dari KEIN (Komite Ekonomi Industri Nasional) kemarin dan bertanya, apa persoalan sehingga harga karet menjadi rendah."
"Lalu berapa harga psikologis karet yang ideal, agar petani karet bisa hidup lebih baik?," ujarnya kepada Tribun Rabu (19/2/2020).
• Bupati Landak Berikan Benih Jagung Pada CU Pancur Kasih dan Koperasi Replanting Sawit
Pihaknya menyampaikan pada kesempatan tersebut, kepada lembaga nonstruktural KEIN yang berada dibawah dan bertanggung jawab kepada Presiden.
Menurutnya satu di antara penyebab rendahnya harga karet Kalbar dikarenakan mata rantai penjualan yang terlalu panjang.
"Bayangkan dari pabrik ke tengkulak A, tengkulak B, apalagi yang dari dusun pelosok jauh disana, itu sudah rantainya yang keberapa,dan ini karena insfratruktur juga," ujarnya
Ia mengatakan, masyarakat petani masih sulit untuk membawa komoditi karet mereka secara langsung karena akses yang belum menadai.
"Rantai ini harus diputus. Bagaimana caranya pemerintah harus buka akses jalan, supaya karet dari pedalaman, bisa langsung menjual ke kecamatan. Paling tidak mata rantainya tidak terlalu panjang," ujarnya
Kemudian pemerintah menurutnya baik itu Dinas Perkebunan, Pertanian, harus lebih mengoptimalkan peran Petugas, Penyuluh Lapangan (PPL).
"Dugaanya adalah kualitas. Katanya ada karet karet kita, dianggap jelek. Misalnya dicampur pasir, beratnya naik."
"Meskipun tidak semua seperti itu tapi semua terkena. Penyadaran ini penting, berikan pemahaman buatlah karet yang berkualitas. Dan ini peran pemerintah. Saya kira itu poinya," ujarnya
Kemudian berapa harga yang layak untuk karet untuk masyarakat. Saat ini menurutnya masih dikisaran Rp 5 ribu perkilo.
"Harga beras Rp 12-15 ribu perkilo. Berarti untuk dapat 1 kg beras paling tidak ada 3 kg karet."
"Bayangkan kalau ada dalam satu rumah 5 orang saja makan 3 kali sehari, berarti dia masak harus berapa kilo sehari. Itu baru hitung beli beras, belum yang lain," ujarnya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/gabriel-marto-sampaikan-sambutan.jpg)