TBC Ancam Warga Sintang
Dari 155 Kepala Keluarga di Desa Melingkat, Hanya 13 Kepala Keluarga yang Dinyatakan Sehat
da banyak indikatornya, merokok saja bisa dikategorikan tidak sehat, apalagi pilek batuk dan lainnya.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Jamadin
SINTANG - Laporan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga Puskemas Nanga Mau tahun 2018 Kecamatan Kayan Hilir, Sintang, tercatat dari 153 kepala keluarga, hanya 13 KK yang dinyatakan sehat dalam status Indeks Keluarga Sehat, 95 pra sehat dan 46 KK statusnya tidak sehat.
Menurut Rudiansyah, Dosen di STIKARA Sintang 46 kepala keluarga yang masuk dalam status IKS kategori tidak sehat tersebut, bukan berarti warganya terjangkit TBC.
Sebab, data itu hanya sebatas penilaian Keluarga Sehat yang ada banyak indikatornya.
“Data itu tidak berarti yang tidak sehat itu berarti sudah pasti kena TB. Itu data secara umum yang dikeluarkan pemerintah. Ada banyak indikatornya, merokok saja bisa dikategorikan tidak sehat, apalagi pilek batuk dan lainnya. Luas indikatornya,” ujar Rudiansyah, Selasa (18/2/2020).
Akan tetapi, dari data itu patut dicurigai tidak menutup kemungkinan ada sebagian masyarakat yang terpapar bakteri TBC.
“Bisa sebagai yang patut dicurigai, tapi kita tidak mengatakan yang tidak sehat bukan bukan berarti kena TB,” ungkap Rudi.
Ketua Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, (DPRD) Kabupaten Sintang, Santosa mengungkapkan berdasarkan laporan dan data-data yang diterima pemerintah harus mengambil langkah cepat untuk menanggulangai TBC di Desa Melingkat, Kecamatan Kayan Hilir.
• Dugaan Terlibat Pencurian Motor, Dua Remaja di Kayong Utara Ditangkap Polisi
“Masalah ini harus segera ditangani. Ini menyangkut nyawa,” tegas Santosa.
Laporan dari Dosen dan Mahasiswa STIKARA Sintang soal dugaan indikasi TBC di Desa Melingkat menurutnya harus segera diambil tindakan.
Mengingat pemerintah desa kesulitan membawa sampel dahak warga yang dicurigai TB, Santosa mengharapkan Dinkes jemput bola turun langsung ke desa untuk mengecek warga yang dicurigai.
“TB terakhir satu orang meninggal. Masih ada yang terbaring di rumah sakit satu anak. Kendalanya, ini masyarakat banyak yang malu, kalau memang dia mau turun ke puskemas kendala biaya juga. Kita harap Dinkes turun ke lokasi,” harap Santosa.
Laporan dan data soal TBC di Kayan Hilir akan disampaikan Santosa ke Komisi C yang membidangi kesehatan.
“Data ini akan kami sampaikan ke komisi C. Kebetulan saya bukan membidangi kesehatan. Tapi data ini akan saya sampaikan ke komisi yang berwenang agar segera ditindaklanjuti,” tukasnya.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut: