ESQ Leadership Center, Dr Ary Ginanjar Agustian Beri Pemahaman di Al Azhar Smart Camp

Ia pun berharap kepada siswa-siswi ini bisa menjadi agent of change atau perubahan bagi kalangan remaja khususnya di Kota Pontianak.

ESQ Leadership Center, Dr Ary Ginanjar Agustian Beri Pemahaman di Al Azhar Smart Camp
TRIBUNPONTIANAK/MUZAMMILUL ABRORI
Suasana Al Azhar Smart Camp Training ESQ for Teens yang diadakan di Orchard Hotel Ayani, jalan Perdana, Kota Pontianak, pada Sabtu (15/2/2020). 

PONTIANAK - ESQ Leadership Center, DR Ary Ginanjar Agustian berikan pemahaman di Al Azhar Smart Camp Training ESQ for Teens, yang diadakan di Orchard Hotel Ayani, Jalan Perdana, Kota Pontianak, Sabtu (15/2/2020).

ESQ yang merupakan lembaga trainning pengembangan sumber daya manusia berbasiskan dengan nilai spiritualitas ini pun, kali ini disampaikan Denny Kurniawan selaku yang menjadi Trainner.

Bahwa pada kegiatan kali ini bertujuan ingin membuat siswa-siswi yang ikut dalam trainning ini secara spritualitas mereka bisa paham ditengah perubahan era yang sangat luar biasa sekarang, dan bisa menjadi karakter yang unggul.

Serunya Al Azhar Smart Camp, Training ESQ for Teens

"Selama dua hari ini mereka diacara al azhar smart camp ini, bagaimana mereka itu bisa disinergikan kecerdasan IQ, EQ dan ESQ nya."

"Sehingga permasalahan sekarang yang terjadi seperti remaja yang pintar, tetapi mereka bermasalah dengan attitude nya, pintar tapi ngomongnya kasar. Atau dia pintar, hebat tetapi dia bermasalah, dan akhernya dia sering ngebully," ungkap Denny.

Dari hal tersebutlah, menurut Denny bahwa anak sekarang harus perlu dikuatkan kembali dengan ESQ (Emotional spiritual quostient).

Dan seperti impian ESQ Leadership Center, DR Ary Ginanjar Agustian ingin menuju Indonesia Emas.

"Tahun 2020 Indonesia yang berkarakter, tahun 2030 menjadi Indonesia yang sejahtera, dan 2045 Indonesia yang adidaya. Dan kita sudah berjuang dari tahun 2000, hingga saat ini tahun ke 20, kita sudah memiliki alumni 1,6 juta," terangnya.

Dalam metode pembelajaran ESQ kali ini, disampaikan Denny bahwa dengan menggunakan metode kombinasi yang bernama VAK atau Visualisasi, Auditori, dan Kinestetik.

"Jadi metode yang disusun oleh bapak Ary ini adalah dengan audio visual. Sound sistemnya dibangun, dan kemudian visualisasinya dengan tampilan yang menarik, dan kinestetiknya menggunakan gerakan, sehingga memudahkan mereka tidak hanya sekedar datang dan duduk mendengarkan ceramah. Tetapi tidak, mereka semua menemukan jawaban dari diri mereka sendiri," katanya.

Ia pun berharap kepada siswa-siswi ini bisa menjadi agent of change atau perubahan bagi kalangan remaja khususnya di Kota Pontianak.

"Menjadi remaja yang bukan sekedar pintar, tetapi mereka juga pandai merasa, bisa santun kepada ayah bundanya, dan dia bisa menjadi roll model untuk adek-adek dibawah kelasnya atau mungkin di masyarakatnya," harapnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak 

Penulis: Muzammilul Abrori
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved