Satpam Kompleks Diserang

SATPAM Kompleks Dikeroyok Belasan Driver Ojol, Hantam Kepala Hingga Helm Pecah Lalu Minta Damai

Ketua Komplek Greenhill Insan mengatakan, tujuan mereka datang untuk bersepakat damai setelah insiden pengeroyokan yang terjadi.

Tayang:
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Rizky Zulham

Seusai peristiwa penganiayaan terhadap Satpam Kompleks tersebut, sejumlah oknum driver ojek online (ojol) kemudian kembali mendatangi komplek tersebut.

Kedatangan mereka diwakili oleh beberapa orang berserta satu orang yang mengaku sebagai koordinator.

Ketua Komplek Greenhill, Insan mengatakan, tujuan mereka datang untuk bersepakat damai setelah insiden pengeroyokan yang terjadi.

"Iya mereka datang lagi ke sini, tapi perwakilan. Mereka meminta untuk damai dalam kasus ini karena mereka anggap ada salah paham," ujarnya.

KRONOLOGI Belasan Oknum Diduga Driver Ojek Online Aniaya Satpam Kompleks Greenhill Pontianak

Namun, ia langsung menolak ajakan damai tersebut.

"Tapi saya tidak mau, karena saya belum tahu kondisi satpam ini, apakah terluka parah atau tidak," ungkapnya.

"Dia (korban) kan mendapat pukulan cukup keras di bagian kepala, bayangkan helm yang dipukul ke kepala satpamnya saja bisa pecah," imbuhnya.

Akibatnya penganiayan tersebut, secara kasat mata ia melihat ada benjolan cukup besar di kepala korban.

"Kepala satpam tidak berdarah tapi ada benjol cukup besar akibat dipukul pake helm,"

"Bayangkan sekuat mana pukulan itu sampai helm saja pecah," sambungnya.

Ia juga mengatakan alasan tidak mau berdamai.

Dikarenakan apabila berdamai namun hasil pemeriksaan medis menyatakan kondisi kepala korban mengalami luka dalam.

Maka pihaknya (komplek) yang merasa dirugikan dan juga pastinya korban sangat dirugikan dalam insiden tersebut.

"Tadi malam (korban) sudah dibawa oleh polisi ke rumah sakit untuk di visum katanya. Jadi saya juga menunggu hasilnya. Saya juga masih menunggu kabar dari pihak berwajib."

"Saya juga berharap oknum-oknum yang melakukan pemukulan dapat ditangkap," pungkasnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved