Human Interest Story

Prihatin Keresahan Para Orang Tua, PC LDII Pontianak Utara Ikut Perangi Narkoba

Dengan penyuluhan ini tentu diharapkan membangun kesadaran warga akan dampak yang ditimbulkan.

Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Didit Widodo
tribun pontianak
PENYULUHAN - Kepala BNN Kota, Agus Sadiman, Ketua PC LDII Pontianak Utara, H Nurbambang, dan Kapolsek Pontianak Utara, beserta tokoh masyarakat hadir dalam penyuluhan bahaya narkoba di Masjid Sabilul Royan Siantan, Minggu (9/2). TRIBUN/DAN 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Perang terhadap narkoba tidak hanya dilakukan pemerintah dan lembaga penegak hukum, tapi juga musuh bagi umat muslim. Melalui Pimpinan Cabang Lembaga Dakwah Islam Indonesia (PC LDII) Kecamatan Pontianak Utara, lembaga dakwah ini juga berkomitmen untuk membantu pemerintah memberantas narkoba.

Dengan menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN), kepolisian, dan tokoh masyarakat, PC LDII ikut melakukan pencegahan penyalagunaan narkoba, melalui sosialisasi dan penyuluhan narkoba di Masjid Sabilul Royan Siantan, Minggu (9/2/2020). Peserta dari penyuluhan ini merupakan warga LDII dan masyarakat di sekitar lingkungan masjid.

“PC LDII Kecamatan Pontianak Utara menilai peredaran gelap narkoba sudah berada pada tingkat mencemaskan, tak terkecuali di Pontianak,” kata Ketua PC LDII Pontianak Utara, H Nurbambang di sela penyuluhan.

Janda Beranak Dua Tega Bunuh Bayinya dengan Menjerat Leher, Karena Kekasih Tak Mau Tanggung Jawab

Durian Desa Pawis Andalan Landak Berlaga di Kontes Buah Lokal

Atas latar belakang tersebutlah menjadi alasan PC LDII menggandeng Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pontianak melakukan sosialisasi bahaya narkoba.

"Keresahan para orangtua hal yang lumrah, karena tidak ingin putra-putrinya menjadi pecandu narkoba. Maka LDII terpanggil untuk melaksanakan penyuluhan bersama BNN Kota Pontianak," ujarnya.

Dirinya mengatakan dengan penyuluhan ini tentu diharapkan membangun kesadaran warga akan dampak yang ditimbulkan, dari narkoba. Menurutnya Jika sudah ada kesadaran maka dengan sendirinya bisa membentengi diri dan bahkan bisa turut melakukan pencegahan peredaran narkoba.

"Kita ingin terus menggugah kesadaran seluruh masyarakat untuk dapat sama-sama memerangi dan mencegah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di lingkungan kita," ujarnya.

Sementara itu, Kepala BNN Kota Pontianak, Agus Sadiman mengapresiasi langkah LDII yang peduli terhadap masa depan bangsa khususnya melalui pencegahan bahaya narkoba.

"Kita sambut baik upaya LDII, mengingat pencegahan narkoba merupakan tugas kita semua," ujarnya.

Dalam catatan BNN pengguna narkoba terus meningkat, sehingga upaya-upaya membangun kesadaran juga mesti terus ditingkatkan.

"Dari 800 jenis narkoba yang baru terdeteksi oleh BNN baru sekitar 70 an jenis Artinya jenis narkoba itu banyak sekali, maka sangat butuh kepedulian semua pihak," ujarnya.

BNN juga sangat berharap untuk para orang tua berani melapor jika anaknya menjadi pengguna narkoba.

"Silahkan kepada orangtua untuk melapor jika ada anggota keluarga yang menjadi pengguna narkoba. Tahun 2019 kemarin data pengguna narkoba yang mengajukan rehabilitasi meningkat yakni 152 dari 122 orang pada tahun 2018," ujarnya

Dihadapan ratusan peserta penyuluhan, Agus juga mengingatkan bahwa ancaman bahaya narkoba sangat kompleks.

"Pengguna, pecandu dan bahkan pengedar narkoba tidak mengenal status sosial. Kita bangun kesadaran dari keluarga, sehingga bisa melawan bahaya narkoba," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved