Cap Go Meh
Atraksi 50 Tatung Meriahkan Perayaan Cap Go Meh Kubu Raya
Terlihat sejumlah kurang lebih 50 Tatung tersebut pun silih bergantian memasuki area klenteng dengan membopong tandu dewa dan tandu tatung.
Penulis: Muzammilul Abrori | Editor: Maudy Asri Gita Utami
KUBU RAYA - Perayaan Cap Go Meh 2020/2571 yang jatuh pada tanggal 8 Februari, tampak diramaikan juga oleh masyarakat Kabupaten Kubu Raya.
Hal ini terlihat saat sejumlah Tatung turut menampilkan atraksinya di acara Festival Tatung yang diadakan di Klenteng Cang Miau Kung Kung, Jalan Parit Nomor 2, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, pada Sabtu (8/2/2020).
Pada kemeriahan festival Tatung ini pun, diadakan oleh Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) Kabupaten Kubu Raya yang rutin digelar pada setiap tahunnya.
Terlihat sejumlah kurang lebih 50 Tatung tersebut pun silih bergantian memasuki area klenteng dengan membopong tandu dewa dan tandu tatung.
• Cap Go Meh Singkawang Jadi Even Terbesar Dunia, Tjhai Chui Mie Ucap Syukur dan Bangga
Menurut Ketua MABT Kubu Raya, Hamdan mengatakan bahwa, dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.
Kemeriahan festival Tatung pada tahun ini sangat diluar dugaan sekali, sebab ada sekitar lima puluhan Tatung yang hadir dalam festival kali ini.
"Ini sudah kita adakan setiap tahun, yang dimana ini merupakan event tahunan dari MABT Kabupaten Kubu Raya."
"Pada tahun ini sangat diluar dugaan sekali, kita prediksi kemaren akan hanya ada dua puluhan Tatung yang ada. Tetapi yang hadir ini ada kurang lebih lima puluhan Tatung," ungkap Hamdan kepada Tribun.

Lanjutnya disampaikan Hamdan, Tatung-Tatung tersebut berasal dari Kabupaten Kubu Raya, dan juga ada beberapa dari Kota Pontianak.
"Seperti yang diketahui juga, kota kan tidak melaksanakan festival Tatung. Jadi mereka pun datang ke Kabupaten Kubu Raya," katanya.
Kemudian dalam persiapan festival Tatung ini, dikatakan Hamdan sangat singkat sekali, dengan waktu hanya beberapa bulan saja.
"Kemaren itu Bupati sempat ingin membuat event ini besar di Transmart, tetapi kondisi lagi pembangunan dan ada sedikit musibah, jadinya itu tidak jadi."
"Lalu kami pun dalam beberapa bulan mempersiapkan acara ini. Dan itu tidak masalah, karena ini sederhana tetapi cukup meriah," terangnya.

Dalam kesempatan inipula, untuk melestarikan budaya ini tetap ada, disampaikan Hamdan harus perlu juga kontribusi dari Pemerintah.
Maka dari itu ia berharap kepada Pemerintah ke depannya dapat memberikan kontribusi dalam melestarikan budaya ini, dan khususnya juga untuk para Tatung-Tatung yang ada.