PT Jasa Raharja Kalbar

Jasa Raharja Kalbar Survei Santunan Kematian Korban Laka yang Hendak Ikut Tes CPNS

Sebelumnya kami ingin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, semoga arwah diterima disisi-Nya.

TRIBUN PONTIANAK/ ISTIMEWA
Kunjungan Jasa Raharja Kalbar melalui Pelaksana Administrasi Pelayanan Jasa Raharja Perwakilan Sintang, Adirwan Akbar, ke rumah korban untuk mendata dan memastikan keabsahan ahli waris, Sintang (3/2/2020) 

PONTIANAK – Terjadi kecelakaan maut di Jembatan Kapuas 2 yang merenggut nyawa Flaviana Evi (25) asal Kabupaten Sintang, Jumat (31/1/2020).

Korban merupakan guru honorer di SMAN 01 Sepauk, Kabupaten Sintang, yang hendak mengikuti tes CPNS di Pontianak.

Atas kejadian nahas tersebut, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Kalimantan Barat selaku pemberi perlindungan dan santunan kepada masyarakat yang menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan umum seperti bis, kapal laut, dan pesawat terbang (UU No. 33 dan 34 Th. 1964), melakukan survei keabsahan ahli waris untuk kepentingan penyerahaan santunan meninggal dunia (3/2/2020).

Jasa Raharja Kalbar Salurkan Santunan Rp 35,7 Miliar Selama 2019

PT. Jasa Raharja (Persero) Cabang Kalimantan Barat melalui Pelaksana Administrasi Pelayanan Jasa Raharja Perwakilan Sintang, Adirwan Akbar, melakukan kunjungan ke rumah duka untuk mendata dan memastikan keabsahan ahli waris.

Kunjungan Jasa Raharja Kalbar melalui Pelaksana Administrasi Pelayanan Jasa Raharja Perwakilan Sintang, Adirwan Akbar, ke rumah korban untuk mendata dan memastikan keabsahan ahli waris, Sintang (3/2/2020)
Kunjungan Jasa Raharja Kalbar melalui Pelaksana Administrasi Pelayanan Jasa Raharja Perwakilan Sintang, Adirwan Akbar, ke rumah korban untuk mendata dan memastikan keabsahan ahli waris, Sintang (3/2/2020) 

“Sebelumnya kami ingin menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban, semoga arwah diterima disisi-Nya. Lalu kegiatan survei ahli waris kami lakukan guna penyerahan santunan meninggal dunia,” jelas Adirwan Akbar.

Adirwan sangat menyayangkan kejadian nahas tersebut. Ia meminta agar pemilik kendaraan selalu berhati-hati dan melakukan cek kondisi fisik kendaraan termasuk rem serta kapasitas muatan kendaraan.

“Jangan memaksakan berkendara dengan kendaraan yang tidak fit atau melebihi kapasitas muatan, karena bisa menjadi malapetaka untuk orang lain,” tegasnya.

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved