Cap Go Meh

Wabah Virus Corona Bikin Anjlok Tingkat Hunian Hotel Jelang Cap Go Meh di Singkawang

Jika tahun-tahun sebelumnya Hotel di Singkawang penuh dengan wisatawan jelang Cap Go Meh, kondisi serupa tidak terjadi tahun ini.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Anesh Viduka
Karnaval disepanjang Jalan Diponegoro kota Singkawang pada gelaran Cap Go Meh 2019 di Singkawang, Kalimantan Barat, Selasa (19/2/2019). Sebanyak 12 replika naga dan lebih dari 860 tatung beratraksi pada perayaan Cap Go Meh di Singkawang. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA 

Wabah virus corona berdampak pada anjloknya tingkat hunian hotel di Singkawang, Kalimantan Barat.

Jika tahun-tahun sebelumnya Hotel di Singkawang penuh dengan wisatawan jelang Cap Go Meh, kondisi serupa tidak terjadi tahun ini.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kalimantan Barat, Yuliardi Qamal, mengatakan anjloknya tingkat hunian hotel bisa mencapai 50 persen dibandingkan saat perayaan Cap Go Meh sebelumnya.

Dia menduga, penurunan itu akibat adanya pembatasan masuknya warga negara China ke Indonesia.

"Dari sisi usaha tentu akan ada dampak pelarangan yakni tingkat hunian akan anjlok. Kita tahu untuk kegiatan Cap Go Meh bagaimana tahun-tahun sebelumnya dari China tentu ramai," ujar Yuliardi di Pontianak, Senin (3/2/2020).

[LENGKAP] Jadwal Cap Go Meh 2020 Pontianak dan Jadwal Cap Go Meh 2020 Singkawang, Eksotisme Tatung

Selain itu, Yuliardi juga menerima keluhan dari sejumlah pemilik agen perjalanan soal banyaknya orang yang membatalkan perjalanannya ke Singkawang.

Namun, Yuliardi setuju ada pembatasan warga negara asing ke Indonesia selama wabah corona masih ada.

"Dari sisi keselamtan dan kesehatan, kita setuju adanya pelarangan agar tidak terjangkiti virus corona. Kita berharap saja kondisi seperti ini segera lewat. Kita dari perhotelan juga minta pihak terkait di pintu masuk Kalbar dijaga ketat. Sehingga semua baik - baik saja," harap dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Imbas Wabah Corona, Tingkat Hunian Hotel Jelang Cap Go Meh di Singkawang Anjlok"
Editor : Teuku Muhammad Valdy Arief

Editor: Nasaruddin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved