Tenaga Kesehatan Enggan Kedaerah Terpencil, Sembilan Formasi CPNS Nihil Pelamar

Formasi kesehatan, tempat yang jauh masih menjadi tempat yang tidak favorit bagi pelamar

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ AGUS PUJIANTO
Tes P3K: Sebanyak 117 orang mengikuti tes Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian kerja (P3K) di aula SMKN 1 Sintang. Tes CPNS rencanaya juga akan dilakukan di SMKN I Sintang. Sebanyak 110 unit komputer disiapkan.    

SINTANG, TRIBUN - Saat ini proses seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tengah berlangsung, ribuan peserta mendaftarkan dirinya untuk menjadi abdi negara.

Namun di Kabupaten Sintang, beberapa formasi malah tidak ada peminatnya sama sekali.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sintang, Palentinus menyebut ada sembilan formasi kosong tak ada pelamar pada seleksi CPNS tahun anggaran 2019 ini.

Diantara formasi kosong itu, arsiparis, kesehatan hewan, dokter gigi, pengawas lalu lintas darat, dan pengelolaan barang milik negara dua formasi.

"Dokter gigi di Rumah Sakit Pratama Serawai kosong. Kalu pengawas lalu lintas darat, mungkin belum ada sarjananya, jarang sekali," ungkap Palentinus, Selasa (4/2/2020).

Soal kemungkinan dibuka lagi formasi yang tidak ada pelamar pada seleksi penerimaan CPNS tahun depan, Palentinus menyebut tergantung kebutuhan.

"Yang kosong, kita lihat nanti, kalau misalnya ada kebutuhannya memungkinkan, ya kita buka lagi. Kecuali kemarin tahun 2018, dokter spesialis rumah sakit, tahun 2019 tidak dibuka lagi karena agak susah. Serawai kosong memang tidak ada yang melamar," ungkapnya.

Palentinus kurang mengetahui penyebab pasti kosongnya sejumlah formasi tersebut. Namun, dia sepakat dengan bupati, jauhnya lokasi formasi yang dibuka menjadi pertimbangan pelamar.

"Masalahnya kurang tahu, mungkin peminatnya ke hulu kurang, terpencil, bisa jadi pertimbangan juga. Seharusnya kalau anak kita berfikir kan Serawai dekat," ujarnya.

Sementara Bupati Sintang, Jarot Winarno merasa heran pelamar CPNS tidak banyak melirik formasi tenaga kesehatan dan guru di lokasi terpencil tidak dilirik. Akibatnya, sejumlah formasi mengalami kekosongan pelamar.

Halaman
12
Penulis: Agus Pujianto
Editor: Syahroni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved