Kapolda Kalbar Geram dengan Oknum Penyebar Hoaks Virus Corona, Membuat Resah Masyarakat
Berita hoaks tersebut menyebar melalui media sosial dan dikhawatirkan masyarakat langsung mempercayainya.
Penulis: Rivaldi Ade Musliadi | Editor: Maudy Asri Gita Utami
PONTIANAK - Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono meminta kepada seluruh masyarakat agar tidak mudah mempercayai atau menyebar informasi yang belum tentu kebenarannya.
Khususnya terkait informasi penyebaran virus corona yang sedang mewabah yang berasal dari Wuhan, Cina.
Belakangan ini diketahui banyak sekali disinformasi atau berita hoaks terkait penyebaran virus corona yang sudah masuk ke daerah Kalbar.
Berita hoaks tersebut menyebar melalui media sosial dan dikhawatirkan masyarakat langsung mempercayainya.
• DOA Terhindar dari Penyakit Berbahaya, Termasuk Virus Corona | Pernah Diamalkan Rasulullah SAW
"Jangan, saya minta jangan terpengaruh lah (berita hoaks). Kita disini bersama instansi terkait terus memantau perkembangan kasus ini."
"Instansi terkait yang memiliki otoritas memberikan keterangan yang terpercaya, jadi jangan percaya sama berita hoaks," ujar Didi, Selasa (4/2/2020).
Ia juga meminta para awak media untuk dapat membantu memerangi informasi yang bersifat hoaks, dengan cara menyajikan berita-berita yang benar dan terpercaya.
Agar, lanjut dia, masyarakat tidak resah dengan informasi yang beredar dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab.
"Untuk itu ya teman-teman media pun juga harus menyampaikan fakta-fakta sebenarnya, sehingga masyarakat tidak resah dan sebagainya"
"Ini wilayah kita, sampai saat ini semuanya berjalan dengan kondusif ya, mekanisme semua berjalan kemudian aktivitas semua berjalan dengan baik," jelasnya.
Ditanya tentang apakah sudah ada yang ditangani terkait penyebar hoaks virus corona, jenderal bintang 2 ini menegaskan, bahwa pihaknya sedang melakukan pendalaman.
"Sudah saya koordinasikan dengan Kabid Humas bahwa sedang dilakukan pendalaman," lanjutnya.
Ia bahkan meminta kepada para oknum penyebar hoaks agar berhenti menakuti masyarakat dengan informasi yang tidak benar yang dibagikan melalui media sosial.
"Oknum-oknum yang suka memberikan informasi-informasi hoaks seperti itu dosanya besar."
"Janganlah memfitnah-fitnah seperti itu. Serahkan kepada instansi yang memiliki otoritas untuk memberi keterangan yang jelas," pungkasnya.