Status Stunting di Kapuas Hulu Jadi Persoalan Nasional

Untuk mengatasi stunting itu, jelas Nasir memang sudah ada upaya pemerintah daerah, provinsi maupun pusat

Status Stunting di Kapuas Hulu Jadi Persoalan Nasional
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA/Humas Pemda Kapuas Hulu
Bupati Kapuas Hulu Abang Muhammad Nasir saat memberikan katasambutan dalam acara workshop percepatan penurunan stunting pada 1000 hari pertama kehidupan diwilayah Kapuas Hulu, di Aula Bappeda Kapuas Hulu, Selasa(3/12/2019). 

KAPUAS HULU - Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, H Abang Muhammad Nasir menyatakan, persoalan status stunting merupakan persoalan secara nasional termasuk di Kapuas Hulu.

"Itu lebih ke pola asupan gizi, seperti halnya Bunut Hilir kita ketahui bersama itu daerah penghasil ikan, namun belum tentu masyarakatnya gemar makan ikan atau pun asupan gizi lainnya," ujarnya, Senin (3/1/2020).

Untuk mengatasi stunting itu, jelas Nasir memang sudah ada upaya pemerintah daerah, provinsi maupun pusat, namun hal tersebut perlu sinergitas semua pihak.

"Yang terpenting itu pola hidup sehat dan makan makanan yang bergizi," ucapnya.

Persoalan Stunting di Kapuas Hulu Masih Jadi Perhatian Bersama

Daerah yang terkena status stunting di Kapuas Hulu seperti, Kecamatan Bunut Hilir, Jongkong, Selimbau, Suhaid dan beberapa kecamatan lainnya yang berbeda daerah pesisir sungai Kapuas. "Terkait itu juga kami sudah sering melaksanakan sosialisasi tentang Stunting ke masyarakat," ujarnya.

Pastinya, kata Nasir upaya penanganan status stunting di Kapuas Hulu terus dilakukan, baik Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pemerintah Pusat.

"Kita juga telah bekerjasama dengan desa yang di kecamatannya, agar sama-sama melakukan penanganan kasus stunting tersebut," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved