Mengenal Ular Harimau yang Tewaskan Pria di Tasmania, Bisanya Mematikan Langsung Menyerang Saraf
Ular ini tersebar di wilayah Australia bagian tenggara, membentang dari wilayah Australia Selatan bagian tenggara, New South Wales bagian selata
Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Mengenal Ular Harimau yang Tewaskan Pria di Tasmania, Bisanya Mematikan Langsung Menyerang Saraf
Seorang pria lansia dari negara Tasmania meninggal setelah beberapa kali digigit ular harimau (Notechis scutatus) yang melingkar di lengannya belum lama ini
Pria bernama Winston Fish (79) adalah warga dari negara bagian kepulauan Australia, menggembalakan domba di tanah pertaniannya di Oatlands, sebuah desa di utara ibukota Tasmania, Hobart, pada hari Selasa (28/1/2020) ketika ia menemukan ular yang menggigitnya.
"Setidaknya lima kali saat berada di kandangnya (domba), digigit kaki dan di tangannya, "ujar Brian Fish saudara Winston Flash dilansir TribunPontianak.co.id dari ABC News Australia, Senin (3/2/2020).
• Pria 79 Tahun Dikabarkan Tewas Setelah Digigit Ular Harimau, Salah Satu Paling Mematikan di Dunia
Apa Itu Ular Harimau?
Dilansir dari Wikipedia, ular harimau adalah sejenis ular senawan, satu-satunya dari genus Notechis.
Ular harimau juga merupakan salah satu ular paling mematikan.
Ular ini terdapat di Australia bagian tenggara dan Pulau Tasmania.

Terdapat 2 subspesies, meskipun banyak sumber lain yang mengatakan ada 5 subspesies.
Ular ini tersebar di wilayah Australia bagian tenggara, membentang dari wilayah Australia Selatan bagian tenggara, New South Wales bagian selatan, dan seluruh wilayah Victoria, serta di seluruh wilayah di Pulau Tasmania.
Bisa ular ini bersifat keras dan sangat berbahaya; yakni Neurotoksin, Koagulan, Hemolisin, dan Myotoksin.
Dapat melumpuhkan saraf secara total dan mengakibatkan pendarahan dan sakit di kaki dan leher serta mengakibatkan Paralisis.
• Fakta King Cobra Si Pembunuh Pawang Ular di Toho, Pemalu Tapi Mematikan! Ini Caranya Lacak Mangsa
Ular Harimau bisanya mengandung neurotoksin yang menyerang saraf, koagulan yang mempercepat pembekuan darah, hemolisin yang menghancurkan dinding sel darah, dan myotoksin yang menyerang otot.
Nama latin marga ular ini, Notechis yang berarti "beludak dari selatan".
Sedangkan nama spesifiknya, scutatus yang berarti "berperisai", merujuk pada perisai (sebenarnya adalah sisik ular biasa) kepala dan punggungnya yang tebal dan mengkilap.
Panjang tubuh dapat mencapai 3 meter.
Setiap anak jenis memiliki susunan sisik dan pola warna yang berbeda-beda.
Untuk anak jenis Nothecis scutatus, warna tubuh cokelat terang, kelabu kecokelatan, atau oranye kusam, dengan belang-belang berwarna abu-abu gelap, perut berwarna kuning kelabu.
Untuk jenis N. s. occidentalis, warna tubuhnya lebih beragam yakni cokelat gelap, hijau gelap, hijau kebiruan, hijau kecokelatan, biru gelap, atau biru kecokelatan, dengan belang-belang berwarna hitam dan perut berwarna cokelat pucat.
Ular ini tahan terhadap iklim dingin.
Makanan utamanya adalah kadal, burung, dan mamalia kecil seperti tikus.
Jika terganggu, ular ini akan memipihkan tubuhnya, mendesis, lalu menyerang.
Berkembang biak dengan beranak (Ovovivipar), jumlah anak ular yang dilahirkan antara 20 sampai 30 ekor.
Sebelumya diberitakan, seorang pria bernama Winston Fish (79) adalah warga dari negara bagian kepulauan Australia, menggembalakan domba di tanah pertaniannya di Oatlands, sebuah desa di utara ibukota Tasmania, Hobart, pada hari Selasa (28/1/2020) ketika ia menemukan ular yang menggigitnya.
"Setidaknya lima kali saat berada di kandangnya (domba), digigit kaki dan di tangannya, "ujar Brian Fish saudara Winston Flash dilansir TribunPontianak.co.id dari ABC News Australia, Senin (3/2/2020).
Winston Fish ditemukan oleh seorang teman yang diminta oleh saudaranya Brian untuk mencarinya setelah menyadari bahwa saudaranya tersebut belum pulang.
"Seorang teman datang untuk melihat di mana dia berada dan menemukannya (Winston) di tanah dengan ular terjepit di lengannya," kata Brian kepada ABC.
"Itu sesuatu yang kamu lihat di film horor. Itu tidak terjadi," saudara itu menjelaskan kemudian.
• King Kobra Maut Tewaskan Pawang Ular di Kalbar Jadi Sorotan Media Asing
Serupa dilaporkan The Guardian, saat itu saudaranya tersebut berhasil melepaskan ular itu, tetapi tidak ada antivenom di rumah sakit di Oatlands yang menyebabkan nyawanya tidak tertolong.
Paramedis bahkan sudah berusaha menangani Winston di tempat kejadian sebelum dia dirujuk ke Rumah Sakit Royal Hobart, tempat dia dirawat selama dua hari sebelum dia meninggal.
Seorang juru bicara untuk Departemen Kesehatan Australia mengkonfirmasi bahwa masalah tersebut telah dirujuk ke koroner.
Tasmania dilaporkan telah melihat peningkatan aktivitas ular dalam beberapa hari terakhir.
• Heboh Sepasang King Kobra Tersangkut Pagar, Terekam Video Detik-detik Menegangkan Diselamatkan Warga
Sebelumnya dilaporkan seorang pawang ular di Tasmania juga digigit ular harimau pada hari Jumat sebelumnya ketika sedang diwawancarai oleh Win News Tasmania, menurut tweet Meg Sydes, seorang reporter untuk stasiun TV.
Badan penyelamat reptil di kawasan itu mengatakan bahwa ada peningkatan aktivitas ular dalam beberapa hari terakhir.
"Saya tidak akan mengatakan kita kebanjiran atau kita punya masalah ular di tangan kita," kata Chris Daly dari Reptile Rescue Tasmania.
"Kami mendapat sekitar 9.500 info tahun lalu, kami berada di jalur yang sama tahun ini."ujarnya
Tasmania adalah rumah bagi tiga spesies ular yakni ular harimau, ular kepala tembaga dataran rendah, dan ular berbibir putih yang semuanya berbisa.
Korban gigitan ular terakhir di Tasmania sebelum insiden terakhir dilaporkan kembali pada tahun 1977, yang disaksikan oleh saudara lelaki dari petani Tasmania.
"Itu (kematian Winston Fish) membawanya kembali setelah insiden 1977 kembali dengan sangat jelas. Hal serupa terjadi dengan Gordon (pria yang meninggal pada 1977), yang merupakan temannya" katanya.
"Kami berada di Brighton Show dan dia punya ular harimau.
"Seorang lelaki besar memegang pergelangan tangannya dan menarik tangannya dan menggigitnya," kenangnya
Ular harimau termasuk yang paling berbisa di Australia dan ditemukan di seluruh negeri di New South Wales (NSW), Queensland, Australia Selatan, Victoria, dan Australia Barat. (*)