Korban Gigitan Ular

Kobra Masuk Areal Kantor Bupati, Melawan saat Evakuasi dan Semburkan Racun ke Mata Pecinta Reptil

Akhir Januari lalu pawang ular di Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), meninggal beberapa saat setelah dipatuk king kobra.

Penulis: Marlen Sitinjak | Editor: Marlen Sitinjak
shutterstock
Ular Kobra | Kobra Masuk Areal Kantor Bupati, Melawan saat Evakuasi dan Semburkan Racun ke Mata Pecinta Reptil. 

Sehingga mencari makanan ke sekitar permukiman.

Selain itu, mereka juga memberikan masukan kepada pihak pemerintah daerah, agar membersihkan dan menimbun sejumlah spot yang bisa menjadi sarang ular.

Bisa juga menambah penerangan agar ular tidak masuk ke lingkungan tersebut.

King Kobra Maut Tewaskan Pawang Ular di Kalbar Jadi Sorotan Media Asing

Lebih dari sepekan kejadian tewasnya seorang pawang ular bernama Norjani (70) seusai digigit king kobra di Dusun 1 Pak Utan Rt 002 Rw 001 Desa Pak Utan, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar) Sabtu (25/1/2020) lalu baru saja membuat publik heboh.

Tak hanya di Indonesia saja, ternyata kejadian tragis yang dialami Norjani turut menjadi perhatian media asing.

Laman media Inggris Metro menyoroti kejadian tragis yang dialami si pawang ular saat melakukan aksinya dengan tajuk beritanya berjudul "Man dies after being bitten by cobra he was teasing".

 

Media Inggris metro.co.uk yang menyoroti kejadian tewasnya pawang ular di Kalbar yang digigit King Kobra yang tengah ditanganinya
Media Inggris metro.co.uk yang menyoroti kejadian tewasnya pawang ular di Kalbar yang digigit King Kobra yang tengah ditanganinya (metro.co.uk)

Dalam laman berita yang diterbitkan sejak 29 Januari 2020, penulis juga sempat memberikan peringatan di awal tulisan.

"Peringatan: Adegan yang membingungkan,"tulisnya dikutip Senin (3/2/2020). 

"Seorang pawang ular terbunuh setelah seorang king kobra yang dipamerkan menggigitnya dua kali selama pertunjukan untuk tetangga.

Pria itu, bernama Norjani, menangkap reptil seminggu yang lalu dan menyimpannya di gubuk kayunya untuk digunakan dalam pengobatan tradisional.

Dia membawanya untuk menunjukkan kepada penduduk setempat di Kalimantan Barat, Indonesia, tetapi ular itu semakin marah ketika dipukul dan berputar,"tulis Metro.

Tak hanya itu, kronologi sebelum tewasnya Norjani juga dibahas. 

"Norjani dapat terlihat menertawakan reptil sepanjang lima meter saat mendesis dan berusaha membuat celah untuk bebas.  Kemudian dia menerjang dan melemparkan taringnya yang mematikan ke lengan pawang.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved