ULAR Piton Telan Anak Sapi Hingga Pernah Menelan Wanita di Muna, Kenali Ciri & Karakteristik

Sementara itu, Alwi menceritakan, kejadian iparnya pergi ke kebun untuk mencari sapinya. Ular piton di Sulawesi, memang terkenal memiliki ukuran besar

Editor: Ishak
Facebook
ULAR Piton Telan Anak Sapi Hingga Pernah Menelan Wanita di Muna, Kenali Ciri & Karakteristik/ilustrasi 

Dari hasil penelusuran Kompas.com, setahun lalu di Kabupaten Muna, seekor ular piton memangsa seorang perempuan bernama Wa Tiba (54) hidup-hidup.

Perempuan warga Desa Persiapan Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, tersebut ditemukan tak bernyawa dengan kondisi masih mengenakan baju lengkap di dalam perut ular.

Dari keterangan warga, Wa saat itu tengah berada di kebunnya, kurang lebih satu kilometer dari rumahnya.

Diduga, saat itulah Wa dimangsak ular piton sepanjang 7 meter. 

Pawang Ular di Kalbar Tewas Dipatok King Kobra, Terungkap Indonesia Ternyata Darurat Anti Bisa

"Sekitar pukul 06.00 Wita, anak korban dan pamannya beserta warga pergi mencari, namun hanya menemukan senter, parang dan sendal milik korban. Di sekitar senter yang ditemukan, terdapat semak yang rusak, sehingga warga memperkirakan kalau korban ditelan ular,” tutur Kapolsek Kotobu Iptu Hamka saat dikonfirmasi, Sabtu (16/6/2018) lalu.

Setelah itu, warga dan aparat kepolisian setempat menemukan seekor ular yang tak bisa bergerak.

Setelah dibunuh, warga segera membelah perut ular tersebut dan menemukan WA di dalamnya dalam kondisi tak bernyawa.

Selain itu, kondisi Wa masih menggunakan celana panjang dan kaus lengan panjang. Kulit tubuh korban terlihat hitam.

Jenis-jenis Piton di Indonesia, Kenali Karakteristiknya Berikut

Seperti halnya hewan lain, piton yang hidup di Indonesia pun beragam.

Ada yang hidup di air, pohon, maupun di bebatuan.

Peneliti ular dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy, menguraikan bahwa setidaknya ada 13 jenis piton yang hidup di Indonesia.

Apa saja dan bagaimana ciri-cirinya?.

Berikut uraian singkat berdasarkan data yang dihimpun Kompas.com dari Reptile Database dan International Union for Conservation of Nature (IUCN): 

1. Sanca batik (Python reticulatus)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved