Wabah Virus Corona WHO Keluarkan Darurat Kesehatan, Pemerintah Terapkan Karanti Bagi WNI dari China
Juru Bicara Presiden Fadjorel Rachman mengatakan karantina tersebut akan dilakukan pihak Kementerian Kesehatan.
Selain itu, deklarasi ini merupakan kesempatan WHO dengan panduan dari Komite Darurat Peraturan Kesehatan Internasional untuk menerapkan tindakan yang tidak mengikat, tetapi praktis dan politis signifikan sehingga dapat menangani perjalanan, perdagangan, karantina, penyaringan, dan perawatan.
WHO juga dapat menetapkan standar praktik global.
Dilansir dari Times, Kamis (30/1), Direktur Jenderal WHO Dr Tedros Adhanom Ghebreyesus menekankan bahwa pada intinya, PHEIC bertujuan untuk mendorong negara-negara untuk bekerja sama mengatasi ancaman.
Menurut dia, keputusan Ini bukan untuk menghukum Cina atau meragukan kemampuannya untuk menahan wabah.
"Deklarasi ini bukan karena Cina tidak melakukan apa yang dapat dilakukannya, ini benar-benar melakukan lebih dari apa yang harus dilakukan Tiongkok.
(PHEIC adalah tentang) melindungi negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah," kata Ghebreyesus pada konferensi pers, Kamis (30/1).
Dalam hal ini, WHO menyarankan negara-negara agar tidak membatasi perjalanan dan perdagangan ke Cina, untuk mendukung negara-negara dengan sistem kesehatan yang lebih lemah, mempercepat pengembangan vaksin dan perawatan, serta menghentikan penyebaran desas-desus dan informasi yang salah.
Selain itu, negara-negara juga diminta untuk bekerja merawat mereka yang sudah sakit sambil membatasi penyebaran, berbagi pengetahuan dengan WHO dan negara lain, serta bekerja sama dalam semangat solidaritas dan kerja sama.
Sementara itu Kementerian Kesehatan menegaskan Indonesia siap menghadapi virus corona. Hal itu dikatakan langsung oleh Kepala Subdirektorat Penyakit Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan Endang Budi Hastuti dalam acara Konferensi Pers Penanggulangan Bencana di Graha BNPB, Jakarta, Jumat (31/1).
"Indonesia siap menghadapi masuknya virus ini," kata Endang. Meski siap, Endang menilai masih perlu ada kesiapan lebih untuk menghadapi virus tersebut. Satu di antara kesiapan yang diperlukan yakni menambah personel di bandar udara, serta meningkatkan kesiagaan rumah sakit.
"Perlu ditingkatkan lagi misalnya di bandara mungkin akan ada pernambahan personil untuk memantau, rumah sakit juga ditingkatkan," ungkapnya.
Kementerian Kesehatan mengungkap data terkait jumlah warga yang diperiksa karena diduga terjangkit virus corona. Endang mengatakan, hingga 30 Januari 2020 ada 19 orang yang diperiksa. Akan tetapi, sembilan di antaranya sudah dinyatakan negatif.
"Kalau di Indonesia saat ini dari data yang peroleh dari Dinas Kesehatan maupun dari rumah sakit, hingga saat ini pasien yang masuk ke dalam kriteria pengawasan itu ada 19 orang per kemarin (30/1) sore," kata Endang dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jumat.
Endang berharap 10 orang sisanya bisa mendapatkan hasil negatif dari virus corona. Dia juga memastikan sampai saat ini virus corona belum memasuki Indonesia.
"Mudah-mudahan yang 10 ini juga hasilnya negatif, kita masih belum ada kasus atau belum ada novel corona yang masuk ke Indonesia," ujar dia.