Kabar Pasien Virus Corona Dirawat di RSUD Abdul Azis Singkawang Hoaks
Saat ini, pasien tengah dibawa menuju RSUD Abdul Azis untuk penanganan lebih lanjut.....
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Singkawang, dr Barita P Ompusunggu memastikan kabar yang menyebutkan ada pasien virus corona dirawat di RSUD Abdul Azis adalah hoaks.
Barita menegaskan, dirinya sudah mengkonfirmasi pihak RSUD terkait isu yang beredar luas di tengah masyarakat.
"Tolong diluruskan ya," ungkap Barita kepada Tribun Pontianak, Sabtu (1/2/2020).
Dirinya menegaskan, yang benar adalah sampai detik ini RSUD Abdul Aziz belum menerima atau merawat pasien dengan suspek nCoV.
Soal kabar adanya pasien rujukan dari Puskesmas Singkawang Selatan di Lirang, Barita membenarkan hal itu.
Namun demikian, pasien tersebut tak ada kaitannya dengan corona.
"Bahkan suspectpun bukan," tulis Barita dalam pesan yang disampaikan kepada Tribun.
• Wabah Virus Corona WHO Keluarkan Darurat Kesehatan, Pemerintah Terapkan Karanti Bagi WNI dari China
Beberapa waktu terakhir beredar kabar adanya pasien Virus Corona yang dirawat di RSUD Abdul Azis Singkawang.
Kabar itu tersebar di media sosial Facebook maupun layanan chat Whats App.
Dalam pesan yang tersebar di grup-grup WhatsApp dinyatakan bahwa saat ini sudah ada pasien corona di RSUD Abdul Azis.
Masih dalam pesan berbentuk capture dari sebuah chat itu, disampaikan juga bahwa pasien tersebut merupakan rujukan dari Puskesmas Singkawang Selatan.
Saat ini, pasien tengah dibawa menuju RSUD Abdul Azis untuk penanganan lebih lanjut.
Dari perawat RS Abdul Azis langsung, disarankan keluar rumah untuk selalu menggunakan masker. Sebab, di skw udah ade satu “suspect” corona. Pasien di puskesmas selatan, dan mau dirujuk ke RS Abdul Azis. Semoga selalu di dalam lindungan Allah swt.
Demikian satu di antara pesan yang tersebar di grup WhatsApp.
Pesan lainnya, juga tersebar dalam grup-grup Facebook.
Dalam postingan satu akun, informasi itu menyatakan adanya pasien positif corona di Singkawang.
Pasien itu merupakan tenaga kerja asing yang berasal dari Wuhan, China dan saat ini sedang bekerja di PLTU Batu Payung.
• Update Korban Meninggal Virus Corona Terus Bertambah, Kasus Positif Corona Terdata 7.711 Orang
Apa Itu Virus Corona?
Novel coronavirus (2019-nCov) merupakan virus baru penyebab penyakit saluran pernapasan di mana virus ini masih satu keluarga dengan virus penyebab SARS dan MERS.
Adapun virus ini berasal dari Kota Wuhan, China.
Sementara itu, gejala klinis yang dapat dikenali dari virus 2019-nCov antara lain, demam, batuk, pilek, gangguan pernapasan, sakit tenggorokan, letih, dan lesu.
Pencegahan virus Corona
Meski virus ini terus merebak di sejumlah negara dan belum tersedia vaksinnya, Anda dapat melakukan upaya pencegahan sebagai berikut:
Sering mencuci tangan menggunakan sabun
Gunakan masker jika batuk atau pilek
Konsumsi gizi seimbang dan perbanyak mengonsumsi buah dan sayur
Rajin berolahraga dan istirahat cukup
Jangan mengonsumsi daging yang tidak dimasak
Jika mengalami batuk, pilek, dan sesak napas segera ke fasilitas kesehatan
Hati-hati kontak dengan hewan
Tak hanya itu, jika Anda akan melakukan perjalanan ke China sebaiknya menggunakan masker bila berada di kerumuman orang.
Apabila saat dalam perjalanan atau saat kembali ke Indonesia Anda mengalami sesak napas, segeralah menghubungi petugas kesehatan dan sampaikan riwayat perjalanan.
Karena virus mematikan ini berawal dari hewan, maka Anda tidak disarankan untuk mengunjungi pasar hewan.
Sebab penularan virus akan lebih mudah dari perantara hewan ke manusia.
Bagi petugas kesehatan Di sisi lain, pencegahan agar tidak tertular Novel coronavirus juga harus diperhatikan bagi petugas kesehatan.
Adapun kiat-kiatnya antara lain, menghindari kontak/jarak dekat dengan penderita ISPA, menggunakan alat pelindung diri (APD), dan sering mencuci tangan menggunakan sabun terlebih dahulu setelah kontak langsung dengan orang sakit atau lingkungan orang sakit.
Kemudian, petugas kesehatan baiknya mengingatkan kepada orang dengan gejala ISPA harus menerapkan etika batuk (jaga jarak dengan orang atau menutup mulut dan hidung dengan tisu atau baju saat batuk atau bersin).
Tak Perlu Panik
Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kota Singkawang, dr Barita sebelumnya mengatakan keberadaan virus corona sejak dulu sudah ada.
Namun yang saat ini adalah virus jenis baru yang menyebabkan infeksi saluran nafas bagian atas.
"Tanda-tandanya bisa mulai dari demam, batuk pilek dan juga sesak nafas," katanya, Selasa (28/1/2020).
Kota Singkawang katanya tidak perlu panik karena ini bukanlah kejadian yang pertama.
Dulu sudah ada kejadian flu burung, SARS dan lain-lain yang kurang lebih sama saja.
Kesiapsiagaan Kota Singkawang sendiri sudah cukup untuk mengantisipasi penyebaran virus corona ini.
Peralatan dan ruang isolasi telah ada dimiliki jika ada kasusnya.
Dinas Kesehatan sudah melakukan langkah antisipasi dan menyiapkan jalur-jalur yang akan dilalui jika terjadi di Kota Singkawang dan tidak disamakan pintu masuknya dengan pasien biasa jika ada yang dicurigai.
"Tetapi tidak perlu dikhawatirkan karena penularannya kan tidak mudah, tidak seperti yang kita bayangkan di media sosial," tutur Barita..
Kota Singkawang juga sudah terjaring mulai dari Kota Pontianak, Kabupaten Sambas, dan Kabupaten Sanggau sehingga sampainya mereka ke Kota Singkawang sudah terseleksi dan tidak perlu khawatir.
Masyarakat juga bisa mencegah dengan mengenakan masker saat keluar dari rumah. Karena kemungkinan besar penularannya dari saluran nafas walaupun bisa menular melalui kelenjar hidung, mata, tetapi penularan paling mudah itu melalui saluran nafas.
Kemudian jangan sekali-kali begitu bersentuhan dengan orang yang dicurigai langsung mengusap mata dan hidung.
"Cuci tangan minimal 20 detik setiap kita ingin memegang mata dan hidung atau mau makan," pesannya. (*)