Bercak di Kulit Waspada Kusta, Dinas Kesehatan Kubu Raya Lakukan Deteksi Pada Anak Sekolah
Pengelola program kusta di Diskes Kubu Raya, Wiyono menuturkan pihaknya melakukan pengecekan gejala dini kusta dengan sasaran anak sekolah.
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Madrosid
KUBU RAYA - Dalam rangka pencegahan dan pengendalian kusta di Kabupaten Kubu Raya.
Dinas Kesehatan (Diskes) Kubu Raya bersama Puskesmas Sungai Durian dan Sungai Raya melaksanakan sosialisasi dan deteksi dini penyakit kusta pada anak sekolah. Dilaksanakan di SDN 25, Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kubu Raya, Sabtu (1/2/2020).
Pengelola program kusta di Diskes Kubu Raya, Wiyono menuturkan pihaknya melakukan pengecekan gejala dini kusta dengan sasaran anak sekolah.
"Jadi kita lakukan deteksi, temukan bercak pada siswa di sekolah. Ini adalah upaya kita untuk mencegah terjadinya kecacatan, akibat dari penyakit kusta," ujarnya, Sabtu (1/2/2020).
Selain itu, Wiyono menyebutkan saat proses pemeriksaan di kelas. Petugas kesehatan menemukan tanda bercak di tubuh 3 orang siswa.
• BISA Sebabkan Banyak Penyakit Hingga Kanker, Ini Ciri Saus Sambal yang Berbahaya
"Namun ini masih kita lakukan pemeriksaan lebih dalam dan mereka belum positif, hanya kami curigai. Karena, gejala atau tanda ini juga mirip dengan penyakit kulit lainnya, seperti panu dan sebagainya," tegasnya.
Wiyono menjelaskan, proses pemeriksaan penyakit kusta ini melalui berbagai prosedur.
Satu di antaranya adalah tahap screaning. Sehingga kita semua tahu, apakah bercak terdapat di tubuh adalah kusta atau hanya penyakit kulit biasa.
"Nanti kapas akan kita letakkan pada bercak. Kemudian kita lakukan tes, jika masih terasa, berarti aman. Tetapi, jika sudah mati rasa, otomatis dilakukan tindakan lebih lanjut terkait pengendalian penyakit kusta,"pungkasnya.
Pencegahan penyakit kusta ini digencarkan 20 puskesmas di Kubu Raya dengan sasaran masyarakat. Mulai dari anak-anak hingga dewasa, karena penyakit kulit menular dan bisa menyerang segala usia.
"Dihimbau masyarakat, dapat menjaga kesehatan. Senantiasa berprilaku hidup sehat dan bersih. Kepada penderita kusta, agar memeriksakan kesehatannya. Karena, meskipun ia dinyatakan telah sembuh. Namun harus tetap dipantau secara berkelanjutan oleh tim kesehatan," pesannya.
Staff Ahli Bidang Ekonomi Kementrian Kesehatan, Muhammad Subuh menanggapi perihal peringatan hari kusta sedunia. Menurutnya, penyakit kulit tersebut masih tertinggi di wilayah timur indonesia.
"Terutama di Papua dan Papua Barat. Namun, harus diingat bahwa kita bercita-cita di tahun 2030 melakukan eradikasi kusta," terangnya saat ditemui Tribun Pontianak, Selasa (28/1/2020).
Lebih lanjutnya,Muhammad Subuh menuturkan di tahun 2020, Indonesia sudah mencapai eliminasi penyakit kusta.
"Artinya kurang dari satu perseribu penduduk di Indonesia kasus kusta yang ada. Kita harapkan, melalui berbagai program kesehatan kita dapat melakukan percepatan kasus kusta di Indonesia," jelasnya.
• Siapapun Bisa Tertular Penyakit Kusta, Dr. Asep: Bisa Dideteksi Sejak Awal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/pengecekan-bercak-pada-siswa-sekolah-oleh-petugas-kesehatan-kubu-raya.jpg)