Korban Gigitan Ular

UPDATE Pawang Ular yang Tewas Dipatok King Kobra, Pihak Keluarga Minta Hentikan Komentar Negatif

Untuk itu, pihak keluarga meminta masyarakat menghentikan komentar dan anggapan negatif atas insiden yang menimpa Norjani.

KOLASE/Istimewa
UPDATE Pawang Ular yang Tewas Dipatok King Kobra, Pihak Keluarga Minta Hentikan Komentar Negatif 

"(ularnya) sudah dibunuh sama keluarganya," kata Kapolsek Toho Iptu Dede Hasanuddin, saat dihubungi Kompas.com, Senin (27/1/2020).

Dede menerangkan, berdasarkan keterangan keluarga, ular itu sebelumnya ditemukan oleh korban.

"Korban itu biasa pelihara binatang, termasuk ular kobra," ujar Dede.

Selain sebagai pawang ular, di Desa Pak Utan, Norjani dikenal pula sebagai dukun kampung atau biasa mengobati warga-warga sakit dengan teknik tradisional.

"Ya memang pandai mengobati orang dengan teknik tradisional atau dikenal sebagai dukun kampung," ungkap Dede.

Kepala Desa Pak Utan, Samuel menyampaikan, King Kobra yang digunakan korban untuk atraksi ternyata baru ditemukan, Sabtu (25/1/2020) atau di hari pertama imlek.

"Kurang lebih seminggu sebelum kejadian, dia ini sudah ada tangkap ular cobra juga tapi tidak sebesar yang hari pertama imlek itu," ujarnya.

"Nah yang kedua ini dia tangkap pas hari pertama imlek, dan memang dibawa untuk atraksi," jelasnya.

Detik-detik Pawang Ular di Mempawah Meninggal Dunia Setelah Berkali-kali Dipatuk King Kobra
Detik-detik Pawang Ular di Mempawah Meninggal Dunia Setelah Berkali-kali Dipatuk King Kobra (Facebook/IST)

Selama ini, korban memang sering menangkap hewan liar seperti ular dan sudah beberapa kali melakukan antraksi.

Semasa hidupnya, Norjani memang dikenal sebagai seorang pawang ular.

Atraksi yang dilakukannya di depan banyak orang, bukanlah yang pertama kali.

"Biasanya bisa ular ini dihabiskan dulu ke dalam gelas seperti ular yang pertama dan kemudian dilepas untuk atraksi," kata Kepala Desa.

Sementara pada kejadian korban dipatok ular pada hari pertama imlek hingga meninggal dunia, menurut Samuel mungkin dikarenakan bisa ular belum terkuras habis.

"Untuk ular yang kedua ini bisanya belum habis terkuras mungkin. Baru satu gigi saja yang dihabiskan sementara dari gigi yang satunya belum," ujarnya.

"Karena mungkin dia merasa sudah habis bisanya kemudian dilepas untuk atraksi dan dipatoklah di bagian kepala dan bagian tubuh lainnya," kata Samuel.

Datang Tergesa-gesa

Kepala Desa Pak Utan, Samuel menceritakan, setelah dipatok King Kobra, korban bersama keluarganya datang tergesa-gesa menemuinya.

"Jadi korban ini datang bersama keluarga tergesa-gesa mendatangi saya karena di patok ular pada hari sabtu sekitar jam enam sore (18.00) WIB," ujarnya, Senin (27/1/2020).

Dirinya kemudian membawa korban ke susteran di Menjalin menggunakan ambulan desa.

Setelah dilakukan penanganan optimal, korban tetap tidak tertolong.

"Kurang lebih jam setengah tujuh (18.30 WIB) tiba di susteran setelah ditangani seoptimal mungkin, tapi sudah tidak bisa ditangani," ungkapnya.

"Kemudian untuk memastikan kami bawa ke rumah sakit di Menjalin dan dinyatakan meninggal dunia," jelasnya.

Menurut Kades, Norjani tinggal bersama anak-anaknya. Sementara istrinya sudah meninggal dunia.

Sehari-hari, Norjani bekerja sebagai peladang.

"Istrinya sudah meninggal dan dia ini ada buat pondok-pondok di gunung tempat dia menoreh getah dan berladang. Biasanya juga dia tangkap ular dan disimpan di pondoknya tersebut," kata Samuel. (*)

Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved