KISAH Pawang Ular Tewas Dipatuk King Cobra, Penyebab Kematian Terkuak hingga Atraksi Maut saat Imlek

Ia mengatakan selama ini korban memang sering menangkap hewan liar seperti ular, dan sudah beberapa kali melakukan antraksi.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Rizky Zulham
FACEBOOK Anokta Bertus
KISAH Pawang Ular Tewas Dipatuk King Cobra, Penyebab Kematian Terkuak hingga Atraksi Maut saat Imlek 

Terkait meninggalnya warga desa Pak Utan di patok ular, Kepala Desa Pak Utan, Samuel membenarkan hal tersebut.

Bahkan dirinya sendiri yang mengantar korban berobat ke klinik susteran di Menjalin.

"Jadi korban ini datang bersama keluarga tergesa-gesa mendatangi saya karena di patok ular pada hari sabtu sekitar jam 6 sore," ujarnya, senin (27/1).

"Kemudian saya langsung bawa ke susteran di Menjalin menggunakan ambulan desa," imbuhnya.

Namun diakuinya setelah dilakukan penanganan optimal korban tidak tertolong dan meninggal dunia.

"Kurang lebih jam setengah 7 tiba di susteran setelah ditangani seoptimal mungkin, tapi sudah tidak bisa ditangani," ungkapnya.

"Kemudian untuk memastikan kami bawa ke rumah sakit di Menjalin dan dinyatakan meninggal dunia," lanjutnya.

Ia mengatakan selama ini korban memang sering menangkap hewan liar seperti ular, dan sudah beberapa kali melakukan antraksi.

"Kurang lebih seminggu sebelum kejadian dia ini sudah ada tangkap ular cobra juga tapi tidak sebesar yang hari pertama imlek itu," ujarnya.

"Nah yang kedua ini dia tangkap pasa hari pertama imlek, dan memang dibawa untuk atraksi," imbuhnya.

Diakui olehnya memang Norjani semasa hidupnya dikenal sebagai seorang pawang ular.

"Untuk kronologis pastinya saya kurang tau, tapi dia ini memang pawang yang menurut saya tau celanya," katanya.

"Biasanya bisa ular ini dihabiskan dulu ke dalam gelas seperti ular yang pertama dan kemudian dilepas untuk atraksi," imbuhnya.

Maka untuk kejadian ia dipatok ular pada hari pertama imlek tersebut menurut Samuel mungkin dikarenakan bisa ular belum terkuras habis.

"Untuk ular yang kedua ini bisa nya belum habis terkuras mingkin, baru satu gigi saja yang dihabiskan sementara dari gigi yang satunya belum," ujarnya.

"Karena mungkin dia merasa sudah habis bisanya kemudian dilepas untuk atraksi dan dipatoklah di bagian kepala dan bagian tubuh lainnya," imbuhnya.

Ia mengatakan Norjani tinggal bersama anak-anaknya dan istrinya sudah meninggal, dimana kesehariannya beladang.

"Istrinya sudah meninggal dan dia ini ada buat pondok-pondok di gunung tempat dia menoreh getah dan berladang. Biasanya juga dia tangkap ular dan disimpan di pondoknya tersebut," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Pawang ular bernama Norjani usia sekitar 70 tahun, menghembuskan nafas terakhirnya beberapa waktu setelah dipatuk king kobra.

Kepala Dinas Kesehatan Mempawah, Jamiril mengatakan korban meninggal setelah dipatuk ular, merupakan warga Desa Pak Utan, Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar).

Namun, Jamiril mengatakan pihaknya tidak ada menerima laporan baik dari Puakesmas Takong maupun Toho.

"Memang warga yang digigit ular ini di Pak Utan, perbatasan Mempawah-Landak. Sebenarnya Pak Utan masuk wilayah binaan Uuskesmas Takong, dan kita di Puskesmas ada siapkan untuk vaksin ular. Namun korban memang tidak dibawa ke Puskesmas," ujar Jamiril, Senin (27/1/2020).

Berdasarkan informasi yang didapat, korban atas nama Norjani berusia sekitar 70 tahun.

"Ini warga dari Desa Pak Utan, informasi dari masih muda memang dikenal sebagai pawang ular. Saat ini usia hampir 70 tahun, info kejadian hari Sabtu pekan lalu, baru dimakamkan Minggu kemarin," katanya.

Menurutnya, meninggalnya warga tersebut diduga karena terlambat dalam penanganan.

"Mungkin ketika digigit dia ini tidak sadar mungkin merasa masih kebal. Ini reptil berbahaya, bahkan yang punya pengetahuan penanganan di bidang ini tetap berhati-hati apalagi masyarakat awam," katanya.

Ia mengatakan sebenarnya di Puskesmas menyediakan anti bisa ular, namun memang penanganannya harus cepat.

"Bisa ular ini biasanya hitungan jam langsung menyerang ke saraf jantung dan membuat kaku otot jantung sehingga jantung tidak bekerja, itulah yang menyebabkan kematian. Maka anti bisa merupakan pertolongan pertama. Jangan sampai racun ini menyerang, karena yang meninggal ini bisa jadi terlambat penanganan," katanya.

Sempat Dilarikan ke Klinik

Kapolsek Toho, Iptu Dede Hasanudin mengungkapkan fakta baru kejadian gigitan ular kobra yang beredar dan viral di sosial media.

Kapolsek mengatakan kejadian terjadi di Dusun 1 Pak Utan Rt 002 Rw 001 Desa Pak Utan Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Sabtu (25/1/2020).

"Kejadiannya erjadi pada Sabtu sekitar pukul 16.00 WIB di sekitaran rumah korban Norjani," kata Kapolsek, Senin (27/1/2020)

Ia mengatakan kejadian terjadi saat kroban melalukan atraksi bersama king kobra dengan panjang sekitar lima meter.

"Korban melakukan atraksi bersama king kobra. Pada saat melakukan atraksi king kobra menggigit di bagian tangan sebelah kanan dan bagian kening," katanya.

Setelah gigitan tersebut, kata Kapolsek atraksi dihentikan dan sempat dilarikan ke klinik terdekat.

Sayang, usaha tersebut gagal hingga korban tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia.

"Sekitar pukul 18.30 WIB korban dibawa ke klinik susteran di Kecamatan Menjalin, Kabupaten Landak dan sempat ditangani. Tetapi nyawa korban tidak tertolong dan meninggal dunia," pungkasnya.

Viral Media Sosial

Kisah tragis pawang ular di Dusun 1 Pak Utan Rt 002 Rw 001 Desa Pak Utan Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), viral di jejaring sosial Facebook.

Peristiwa king kobra patok pawang ular terjadi, Sabtu (25/1/2020) sekitar pukul 16.00 WIB dan

Belum sampai tiga jam setelah gigitan, sang pawang meninggal dunia.

Pemilik akun Facebook, Anokta Bertus mem-posting video detik-detik pawang memainkan king kobra.

Saat Norjani atraksi, sejumlah warga setempa menonton.

Bahkan ada satu di antara warga yang sempat memegang king kobra.

Beberapa saat kemudian orang tersebut melepas karena ketakutan.

Norjani terus melakukan aksinya dan king kobra menyerang bagian pergelangan tangan.

Mulut King kobra sempat lengket di tangan dan kemudian dilepaskan Norjani.

Beberapa saat kemudian, king kobra yang tampak sangat marah menyerang bagian kepala.

Saat menerima gigitan, Norjani melanjutkan pertunjukannya dengan king kobra 5 meter tersebut.

King kobra sempat dilepas dan beberapa saat kemudian ditangkap lagi.

Pemilik akun juga mem-posting detik-detik Norjani sempat diperiksa dan ada juga foto Norjani sudah meninggal dunia.

Di foto lainnya, ada kepala king kobra yang diduga ular yang menyerang Norjani.

Berikut foto-fotonya:

King kobra bunuh pawang ular di satu dusun Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
King kobra bunuh pawang ular di satu dusun Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. (Screenshot Facebook@Anokta Bertus)
King kobra bunuh pawang ular di satu dusun Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
King kobra bunuh pawang ular di satu dusun Kecamatan Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. (Screenshot Facebook@Anokta Bertus)
King kobra bunuh pawang ular di Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
King kobra bunuh pawang ular di Toho, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. (Screenshot Facebook@Anokta Bertus)
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved