Balita Korban Cabul

Kunjungi Korban Kasus Cabul di Galing, Hairiah: Ini Perbuatan Yang Tak Bisa Ditoleransi

kasus pencabulan di lakukan terhadap balita ini sungguh perbuatan yang tidak ada toleransi apapun,

Kunjungi Korban Kasus Cabul di Galing, Hairiah: Ini Perbuatan Yang Tak Bisa Ditoleransi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Protokol dan komunikasi pimpinan Pemda Sambas
Foto Hj Hairiah saat mendatangi rumah korban tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kecamatan Galing. 

SAMBAS - Wakil Bupati Sambas Hj Hairiah mengaku prihatin terhadap kasus cabul yang menimpa anak di bawah umur yang baru 1 tahun.

Sebagaimana diketahui, saat ini Polres Sambas sudah menahan tersangka R yang di duga melakukakan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Di sampaikan Wakil Bupati Sambas, jika perbuatan itu merupakan perbuatan yang pa toleransi.

"Melihat kasus yang terjadi membuat rasa prihatin yang cukup tinggi, kasus pencabulan di lakukan terhadap balita ini sungguh perbuatan yang tidak ada toleransi apapun," ujarnya, Rabu (22/1/2020).

"Apalagi perbuatan ini dilakukan terhadap anak anak yang harusnya mendapatkan kasih sayang dari orang tua dan lingkungannya," tutur Hj Hairiah.

Di ungkapkan Wakil Bupati, jika saat ini korban juga sudah dalam pendampingan pihak Polindes.

Wabup Hairiah juga sudah datang langsung memantau kondisi korban dan keluarga di kediamannya.

Terkait Pencabulan Bocah 1 Tahun, KPPAD Kalbar akan ke Sambas Beri Pendampingan pada Korban

"Kondisi korban, sejauh ini dalam pemulihan, dan sampai saat ini dalam perawatan dan pantuan polindes, saya sudah bertemu dengan korban, ibu dan keluarganya," tuturnya.

"Dan dukungan moril yang di tunjukkan ibunya luar biasa dalam perawatan dan asuhan kasih sayang, yang sangat membantu dalam pemulihan korban," jelasnya.

Untuk itu, Hairiah meminta agar kasus ini tidak terus menerus terulang.

Hairiah berharap agar semua anggota masyarakat bisa memperhatikan dan waspada terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

"Dalam menekan kasus asusila yang terjadi di masyarakat, kami menghimbau juga tokoh-tokoh agama, tokoh perempuan, tokoh pemuda, organisasi adat dan keagamaan untuk terus berupaya meningkatkan kewaspadaan terjadinya kasus asusila," tutup Hairiah.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved