Balita Korban Cabul

FPPD Sayangkan Terjadinya Pencabulan Anak di Bawah Umur

Di sampaikan Pahmi, jika perbuatan itu adalah bukan yang pertama kali terjadi di Sambas.

FPPD Sayangkan Terjadinya Pencabulan Anak di Bawah Umur
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Founder Forum Pemuda Peduli Daerah (FPPD) Kabupaten Sambas, Pahmi Ardi 

SAMBAS - Founder Forum Pemuda Peduli Daerah (FPPD) Kabupaten Sambas, Pahmi Ardi menyayangkan terjadinya pencabulan yang dipakai oleh R (22), terhadap anak berumur satu tahun, Rabu (22/1/2022).

Di sampaikan Pahmi, jika perbuatan itu adalah bukan yang pertama kali terjadi di Sambas.

"Sangat di sayangkan sekali perbuatan keji ini memang perbuatan yang tidak bisa di bendung sama sekali, perbuatan yang terjadi pada bayi 1 tahun ini adalah perbuatan pencabulan pada bayi kesekian kalinya yang terjadi di Kabupaten Sambas," tegas Pahmi Ardi.

Kunjungi Korban Kasus Cabul di Galing, Hairiah: Ini Perbuatan Yang Tak Bisa Ditoleransi

Untuk itu, Pahmi Ardi meminta agar kasus ini di usut tuntas oleh pihak penegak hukum. Dan pelaku bisa di hukum berat.

"Pemerintah dan pihak yang berwenang harus tegas dalam menangani kasus ini," ujar Pahmi Ardi.

Pahmi Ardi menjelaskan, dari data yang ia himpun, Sambas menduduki peringkat pertama kasus cabul di Kalbar.

"Hari ini Sambas mendapat rekor tingkat tertinggi perbuatan cabul Se-kalimantan barat, dan tentu harapan kite terkhusus kepada pemerintah daerah tidak hanya diam membiarkan masalah ini, tapi harus ada program yang jelas dan terstruktur untuk dapat mengatasi kasus ini," jelas Pahmi Ardi.

"Misal di buatkan perda atau perbub yang bisa membuat pihak yang melakukan itu jera dan juga d buat lembaga/badan khsusus yang harus fokus dalam membenahi karakter masyarakat dan membuat mereka segan untuk melakukan perbuatan cabul ini," katanya.

Di sampaikan Pahmi, itu juga sudah merupakan bagian daripada visi misi pemerintah daerah.

"Saya pikir ini bagian dari visi pemerintah kita hari ini, jadi harapan kita tentu agar pemerintah bisa menunjukkan kinerja  kinerja terbaiknya dalam mengatasi kasus ini," tutup Pahmi Ardi.

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved